Medan, NINNA.ID – Angka-angka baru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara menunjukkan satu hal yang pasti: provinsi ini sedang bergerak ke arah yang lebih baik. Ekonomi tumbuh stabil, kemiskinan menurun, dan kualitas hidup masyarakat meningkat.
Dalam publikasi tahunan Statistik Daerah Provinsi Sumatera Utara 2025, Kepala BPS Sumut Asim Saputra menyebutkan bahwa data ini menjadi potret nyata hasil pembangunan di berbagai sektor.
“Semoga publikasi ini membantu banyak pihak untuk melihat arah pembangunan Sumatera Utara ke depan,” ujarnya.
Bonus Demografi
BPS memproyeksikan jumlah penduduk Sumatera Utara pada tahun 2025 mencapai 15,78 juta jiwa, terdiri atas 7,92 juta laki-laki dan 7,86 juta perempuan.
Menariknya, sekitar 67,23 persen penduduk berada dalam usia produktif (15–64 tahun). Artinya, Sumatera Utara masih menikmati bonus demografi—masa ketika jumlah penduduk usia kerja jauh lebih besar dibandingkan usia non-produktif.
Ekonomi Tumbuh
Kinerja ekonomi Sumatera Utara terus menunjukkan perbaikan. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2024 mencapai Rp1.146,92 triliun, dengan pertumbuhan sekitar 5,03 persen.
Tingkat pengangguran terbuka turun dari 5,89 persen menjadi 5,60 persen, sementara Upah Minimum Provinsi (UMP) naik menjadi Rp2,77 juta per bulan.
Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi. Produksi padi tahun 2024 mencapai 2,2 juta ton, sedangkan jagung 1,95 juta ton.
Komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kopi, dan kakao juga tetap menjadi andalan ekspor. Produksi sawit rakyat bahkan menembus 8,24 juta ton per tahun.
Kemiskinan Turun, Ketimpangan Mengecil
Kabar baik datang dari sektor sosial. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 turun menjadi 1,14 juta jiwa atau 7,36 persen dari total populasi. Setahun sebelumnya, angka itu masih di kisaran 7,99 persen.
Selain itu, ketimpangan ekonomi juga semakin kecil. Nilai Rasio Gini turun menjadi 0,295, menunjukkan pemerataan pendapatan yang lebih baik di seluruh kabupaten dan kota.
Pendidikan dan Kesehatan Semakin Baik
Kemajuan juga terlihat dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
Tahun 2024, angka harapan lama sekolah mencapai 13,49 tahun, sementara rata-rata lama sekolah mencapai 9,93 tahun, setara dengan jenjang pendidikan diploma.
Dari sisi kesehatan, usia harapan hidup meningkat menjadi 73,9 tahun, didukung oleh 185 rumah sakit umum dan 619 puskesmas.
Lebih dari 64 persen penduduk telah memiliki jaminan kesehatan, dan 90,6 persen proses persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan.
IPM Meningkat
Kombinasi peningkatan pendidikan, kesehatan, dan pendapatan mendorong naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Utara.
Tahun 2024, IPM mencapai 75,76, naik dari 75,13 pada tahun sebelumnya. Angka ini menempatkan Sumut dalam kategori “tinggi”, sekaligus mencerminkan peningkatan kualitas hidup masyarakat di seluruh wilayah.
Infrastruktur dan Energi
Dalam hal infrastruktur, BPS mencatat panjang jalan di Sumatera Utara mencapai 40.659 kilometer. Namun, kondisi jalan provinsi masih perlu perhatian, karena 27 persen di antaranya berada dalam kondisi rusak atau rusak berat.
Kebutuhan energi juga meningkat pesat. Penjualan listrik tahun 2024 mencapai Rp15,31 triliun, dengan hampir separuh pengguna berasal dari sektor rumah tangga.
Pariwisata dan Perhotelan Kembali Bergairah
Setelah sempat lesu akibat pandemi, sektor pariwisata kini bangkit. Tahun 2024, Sumatera Utara menerima 250.413 wisatawan mancanegara, didominasi oleh wisatawan Malaysia (116.622 orang).
Tercatat 1.435 usaha akomodasi beroperasi, termasuk 157 hotel berbintang yang tersebar di Medan, Samosir, Parapat, dan Toba.
Data BPS menunjukkan bahwa Sumatera Utara berada di jalur pembangunan yang menjanjikan: ekonomi tumbuh, kemiskinan menurun, dan kualitas hidup masyarakat membaik.
Tantangan berikutnya adalah memastikan agar kemajuan ini dirasakan merata hingga ke pelosok desa—dari pesisir Langkat hingga perbukitan Tapanuli.
Penulis/Editor: Damayanti Sinaga




