NINNA.ID-Selama ini banyak orang berkesimpulan Berastagi Kabupaten Karo merupakan penghasil jeruk siam di Sumatera Utara.
Akan tetapi, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara menunjukkan Kabupaten Simalungun juga memproduksi jeruk terbanyak kedua di antara semua kabupaten di Sumatera Utara.
Untuk kategori jeruk besar atau pomelo, Simalungun merupakan penghasil terbesar pertama, bukan Berastagi Karo.
Dalam setahun, Kabupaten Simalungun dapat memproduksi 1.174.700 ton jeruk siam. Daerah penghasil jeruk siam terbesar di Simalungun yakni Kecamatan Silimakuta mencapai 84.000 ton setahun.
Dalam setahun, Kabupaten Karo menghasilkan 2.037.858 ton jeruk siam dalam setahun.
Jelas bahwa Karo masih dalam urutan pertama. Disusul Simalungun. Kemudian Dairi di urutan ketiga.

Dalam setahun Dairi menghasilakan 83.159 ton jeruk siam. Deli Serdang menghasilkan 4.362 ton.
Jeruk siam atau jeruk keprok, durian dan pisang merupakan komoditas buah terbesar di Simalungun, ungkap Publikasi Simalungun Dalam Angka 2023 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Simalungun baru-baru ini.
Pegawai Dinas Pertanian Simalungun menyatakan jeruk merupakan komoditas buah terbesar di Simalungun.
“Pusat penghasil jeruk terbesar itu di Simalikuta. Posisinya Simalikuta itu dekat dengan Kabanjahe, Merek. Memang kesana dijual. Makanya orang pikir itu hasil dari Kabupaten Karo karena disana diperdagangkan. Padahal itu dari Simalungun,” terang Hutasoit, Pegawai Dinas Pertanian Simalungun saat dijumpai Ninna di PRSU.

Perkenalkan Jeruk Simalungun
Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga bersama wakilnya Zonny Waldi pernah menyatakan akan serius untuk memperkenalkan komoditas unggulan Simalungun ini.
Meski demikian, pernah terjadi penolakan terhadap Jeruk Simalungun tersebut karena pasar selama ini lebih akrab dengan Jeruk Berastagi, Karo.
Untuk itu, salah satu petani Jeruk Simalungun, Jehabani Siregar, bertekad untuk terus memperkenalkan Jeruk Simalungun ke pasar.
Ia membuat brand Jeruk Kingtown dan menempatkan nama Huta Raja, Purba, Simalungun di dalam kemasan.
Di kemasan ditulis berapa berat bersih, kontak atau sosial media yang bisa dipantau oleh para wisatawan dan hal lainnya di kemasan tersebut.
Ia berharap, Jeruk Simalungun menjadi icon ekonomi pertanian di Kabupaten Simalungun.
Selain itu, ia juga menyediakan agrowisata jeruk kepada para pengunjung untuk mengenal tanaman jeruk. Mulai dari pembibitan sampai panen.
Komoditas Simalungun lainnya
Setelah jeruk siam, komoditas buah terbesar kedua yakni durian. Produksi durian mencapai 2.740 ton per tahun. Produksi durian terbesar terdapat Kecamatan Silou Kahean dan Raya Kahean yaitu 460 ton.
Komoditas buah terbesar ketiga yakni pisang. Produksi pisang mencapai 1.842 ton dan terbesar di Kecamatan Raya Kahean yaitu 266 ton.
Penulis: Damayanti Sinaga
Editor: Damayanti Sinaga



