Jakarta, NINNA.ID — Pemerintah Indonesia mengirim perangkat Starlink, genset, dan berbagai bantuan darurat ke Sumatera Utara setelah banjir dan longsor merusak listrik, air, dan jaringan komunikasi. Dampak paling parah terjadi di Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Sibolga, yang selama tiga hari benar-benar tanpa sinyal.
Kepala BNPB, Suharyanto, mengatakan bahwa 17 unit Starlink dan beberapa genset telah didistribusikan ke wilayah yang paling terkena dampak. Bantuan dari Presiden Prabowo Subianto tersebut akan terus dikirim sesuai kebutuhan di lapangan.
Banjir dan longsor juga menghantam Sumatera Barat dan Aceh, namun Tapteng tetap menjadi wilayah dengan kerusakan paling berat. Sejumlah daerah seperti Tukka, Sibolga, Pandan, Hutana Balon, hingga Makarti Nauli dilaporkan benar-benar tanpa layanan komunikasi. Bahkan Kecamatan Sitahuis terisolasi total karena jalan rusak dan jaringan putus.

Starlink Polda Sumut Jadi Penyelamat
Di tengah situasi darurat itu, Polda Sumut melalui Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bid TIK) menurunkan sebuah mobil komunikasi (Komob) berisi perangkat Starlink. Mobil berwarna abu-abu itu langsung ditempatkan di lokasi bencana dan menjadi pusat komunikasi darurat bagi warga.
Ratusan warga berbondong-bondong datang hanya untuk mengirim pesan, melapor kondisi keluarga, atau membaca informasi terbaru. Banyak perantau yang panik menghubungi akun media sosial kepolisian. Salah satu pesan datang dari Irwansyah Tambunan, yang menulis:
“Kami sangat cemas dengan keadaan keluarga kami. Sudah tiga hari tidak ada kabar. Mohon bantuannya, Pak.”
Hadirnya Starlink dari Polda Sumut membuat warga akhirnya bisa kembali terhubung setelah tiga hari tanpa kabar.
Bantuan Pemerintah Terus Mengalir
Selain perangkat Starlink, pemerintah juga mengirim:
- 15 perahu karet,
- 750 kotak mi instan,
- 19 tenda pengungsi,
- dan 1 kompresor.
TNI dan alat berat ikut dikerahkan untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor. Pemerintah menilai tambahan 5–10 unit Starlink masih diperlukan agar layanan internet bisa menjangkau lebih banyak pengungsi.
Korban Jiwa Terus Bertambah
Hingga Jumat (28/11), BNPB mencatat 116 orang meninggal dan 42 orang hilang di Sumatera Utara. Jumlah ini masih bisa berubah karena beberapa lokasi sulit dijangkau.
Rinciannya:
- Tapanuli Tengah: 47
- Tapanuli Selatan: 32
- Tapanuli Utara: 11
- Sibolga: 17
- Humbang Hasundutan: 6
- Padang Sidempuan: 1
- Pakpak Bharat: 2
Di Mandailing Natal, tidak ada laporan korban jiwa.
BNPB menegaskan bahwa bantuan dari berbagai kementerian dan lembaga masih terus berdatangan. Upaya pemulihan dan distribusi bantuan terus dilakukan untuk menjangkau warga di daerah yang terisolasi.
Penulis/Editor: Damayanti Sinaga



