Pelatihan Kepanduan Geowisata di Humbahas

HUMBAHAS – Danau Toba, entah dari sudut mana pun kita memandangnya, selalu memesona. Setiap sudut memiliki keindahannya tersendiri.

Ada yang menawarkan puncak bukit untuk memandang bebas, ada yang menawarkan kelokan jalan, ada yang menawarkan pantai dengan pasir yang putih, ada yang menawarkan air terjun yang muncul entah dari mana, ada pula yang menawarkan paralayang. Tidak heran kenapa UNESCO mengakui semua keunikan dan potensi-potensi tersebut.

Namun, sebagus apapun semua potensi yang ada itu, tidak akan bisa mendatangkan manfaat ekonomi jika tidak dikelola dengan baik. Tentu saja pengelola yang diharapkan adalah para Anak Kampung Sini (AKAMSI) atau Local Champion, sebagai orang yang lebih memahami kondisi setempat dan bekerja dengan profesional.

Oleh karena itu, pembekalan terhadap AKAMSI pun mutlak dibutuhkan. Sebagai salah satu di antara Kabupaten yang memiliki banyak potensi geowisata, Pemkab Humbahas pun mengadakan Pelatihan Kepemanduan Geowisata di Hotel Martin Anugerah Dolok Sanggul.

Pelatihan ini diikuti oleh puluhan masyarakat yang sebagian besar di antaranya merupakan pegiat pariwisata dan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 14 hingga 16 September 2022.

TERKAIT  Paulus Sinaga Dituding Larikan Uang Tunangan Rp200 Juta

Untuk memastikan hasil yang sesuai harapan, Pelatihan ini dipandu langsung oleh pemandu senior dari HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Sumatera Utara, Kus Endro, Jack Nathan Limbeng, dan Joni Kurniawan.

Melalui pelatihan ini, Kadispora Kabupaten Humbahas Jakkon Marbun berharap, para peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dari para instruktur. Terlebih karena di Humbang Hasundutan itu sendiri terdapat banyak potensi geowisata yang sangat menantang.

Beberapa di antaranya adalah Susur Gua di Banuarea, Arung Jeram dan Stand Up Paddle di Baktiraja, serta paralayang di Hutaginjang. Sebagian di antaranya sudah beroperasi, sebagian lagi masih tahap pengembangan.

BERSPONSOR

Tidak hanya tentang Kepemanduan, Jakkon juga berharap para peserta bisa menjadi agen pelaku konservasi terhadap setiap objek-objek yang perlu dilestarikan di daerah masing-masing. Hal ini sejalan dengan konsep Geopark yang “melestarikan bumi dan mensejahterakan manusia”.

Semoga pelatihan ini mampu melahirkan pemandu lokal yang kompeten dalam Kepemanduan geowisata Kawasan Danau Toba, khususnya di Humbahas.

 

Penulis    : Gomgom Lumbantoruan
Editor       : Mahadi Sitanggang

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU