TOBA – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (PMPTSPTK) Kabupaten Toba melaksanakan pelatihan Barista. Program pelatihan kerja dan produktifitas Barista tahun 2022, dilaksanakan di Cafe Hotdaina, Desa Tambunan Lumban Gaol, Kecamatan Balige.
Pesertanya 20 orang warga Kabupaten Toba. Dari Kecamatan Balige 10 orang, Laguboti (1), Sigumpar (2), Narumonda (2), Porsea (1), Lumban Julu (4) akan mengikuti pelatihan selama 180 jam pelajaran, sejak 15 sampai dengan 19 Desember 2022.
Kepala Dinas PMPTSPTK Toba Reguel Hasadaan mengatakan, pelatihan itu sangat tepat dengan potensi Kabupaten Toba sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Sumatera Utara.
Dikaitkan dengan Danau Toba yang telah ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas, peserta pelatihan diharapkan dapat berwirausaha sendiri sehingga dapat menyerap tenaga kerja, mengurangi pengangguran di Kabupaten Toba dan meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Ini merupakan salah satu visi misi Bupati dalam rangka menyambut F1H2O yaitu memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan kesempatan ini agar meningkatkan ekonomi. Ini juga untuk mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa sebenarnya mereka bisa untuk bekerja,” sebutnya di lokasi kegiatan Selasa (15/11/2022).
Senada disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Joni Lubis, berharap agar komunikasi dengan seluruh peserta dapat senantiasa terjalin.
“Kita harus mempersiapkan masyarakat kita karena Danau Toba ini sudah jadi perhatian dunia dan nasional. Jadi jangan nanti kita tertinggal dengan orang-orang yang dari luar yang sudah memiliki kemampuan lebih dari kita. Pelatihan ini untuk menambah pengetahuan bagi masyarakat,” terangnya.
Kegiatan pelatihan mendatangkan instruktur dari Asosiasi Indikasi Geografis Indonesia Sumatera Utara Ludiantoni Manik.
“Kita akan melatih pemuda-pemuda milenial warga Toba ini Barista Basic sampai dia menjadi Barista Kompeten. Jadi memahami kopi itu terintegrasi dari hulu sampai hilir sampai dia menyeduh. Begitu dia nanti menjadi seorang Barista Kompeten, dia akan memahami karakter, aroma dan cita rasa dari Kopi Toba itu sendiri,” ujar Ludianto Manik.
Pelatihan kali ini, sebutnya, akan memakai kopi Arabika Toba sebagai bahan baku agar dapat diracik dan diseduh dengan baik dan benar.
“Kita tidak hanya cerita pure kopi tapi juga akan mengajarkan cara ngemix kopi itu dengan berbagai minuman kekinian sehingga kita mengharap masyarakat dari luar dan masyarakat Toba itu sendiri mencintai kopi dan minuman kekinian yang disajikan oleh barista-barista dari Toba itu sendiri,” jelasnya.
Para peserta pelatihan akan memperoleh sertifikat kompetensi. Dengan kompetensi yang dimiliki, dan bantuan alat pendukung, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat selama pelatihan. Selain mampu membuka usaha sendiri, setelah berkembang mampu menyerap tenaga kerja untuk mengurangi pengangguran di Kabupaten Toba.
Penulis : Desi
Editor : Mahadi Sitanggang



