spot_img

Pea Porohan, Anak Danau Toba di Pundak Pulau Samosir

SAMOSIR – Pea Porohan merupakan sebuah danau yang terletak di perbukitan pulau Samosir. Wajahnya memiliki kemiripan dengan danau-danau mungil lainnya di daerah Pulau Samosir seperti Aek Natonang dan Danau Sidihoni.

Pea Porohan terletak di Desa Salaon Toba Kecamatan Ronggurnihuta Kabupaten Samosir. Danau yang sangat unik ini disebut juga dengan  “Anak Danau Toba Di Pundak Samosir”.

Luasnya dapat berubah-ubah. Ketika musim hujan, danau ini dapat mencapai 13 hektar dan bila kemarau tiba seperti saat ini akan mengecil hingga sembilan hektar.

Danau yang sudah memiliki jalan lingkar ini, sudah dapat dikelilingi dengan sepeda motor. Setengah lingkarnya telah difasilitasi dengan pavingblock dan dinding pengaman.

Tempat ini, merupakan salah satu tempat sakral pada zamannya, tatkala budaya “Martarsik, ritual memanggil hujan”  dilakukan oleh Raja Bius dan permaisurinya.

Danau ini sudah ditetapkan pemerintah menjadi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebagai tempat wisata alam. Pea Porohan memiliki fasilitas berupa Home Stay, sepeda air manual dan bermesin, fasilitas pancing dan berbagai kursi meja yang dapat dipindahkan sesuai keinginan  wisatawan untuk bersantai di pinggiran danau mungil ini.

Sejauh mata memandang, tempat ini sangatlah sejuk, nyaman, hijau dan tenteram. Jarak tempat ini  dari Kota Pangururan tidak terlalu jauh, hanya sekitar 10-12 kilometer. Dari Kota Pangururan kita menuju  tempat bernama Simpang Polma Desa Panampangan dengan jarak sekitar lima kilometer. Lalu dari simpang ini, kita akan berkendara di punggung Pulau Samosir kurang lebih lima sampai enam kilometer ke arah Timur.

TERKAIT  Salib Kasih, Destinasi Self Healing Ampuh Hilangkan Stress

Tidak akan menyesal berkunjung ke tempat ini, karena wisatawan dapat membawa tenda untuk berkemah di sekeliling danau sembari mengisi liburan dengan memancing, bernyanyi dan aktifitas lainnya.

Untuk produk yang dapat dibawa pulang sebagai buah tangan, ada hasil olahan pertanian setempat seperti kopi kemasan, produksi UMKM masyarakat setempat. Selain itu,  ada juga produk ulos yang langsung ditenun di tepi danau kecil itu.

Untuk kuliner, dapat menghubungi pengelola BUMDes agar menyediakan kuliner berupa ayam panggang yang asli ternak masyarakat setempat, dengan harga terjangkau Rp 250.000, untuk  kebutuhan lima orang. Ada juga  gadong (ubi) dan  tuak takkasan.

Tidak perlu ragu untuk berkunjung ke Pea Porohan, “Anak Danau Toba di Pundak Samosir” yang indah menawan.

 

Penulis    : Lifzen Sitanggang
Editor       : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU