spot_img

Patik Suku Batak Toba (2)

NINNA.ID Patik yang dikenal leluhur suku Batak Toba, diharapkan menjadi norma-norma dalam kehidupan sosial generasi Batak. Selain sebagai warisan budaya, Patik-patik itu tidak bertentangan malah sejalan dengan hukum positif yang berlaku saat ini.

Beberapa Patik lainnya yang dikenal:Situngging Ninna Dakdanak, Sitokka Ninna Namagodang. Patik ini mengandung makna, janganlah karena pertikaian anak-anak, orang tua jadi ikut bertikai juga. Cukuplah permasalahan anak diselesaikan oleh si anak dan biarlah pertikaian orangtua diselesaikan oleh orangtua itu, jadilah orang arif dan bijaksana dalam menyikapi sebuah persoalan apalagi yang menyangkut anak. Hal biasa terjadi persoalan di antara anak-anak, karena esoknya mereka sudah akan berteman kembali.

Ungkapan yang berikutnya yang bermakna menjaga kesinambungan: Inang Ni Manuk Nasojadi Seaton, Boni Nasojadi Sidudaon. (Induk Ayam hendaknya jangan dipotong, yang menjadi benih janganlah dibuat jadi makanan).

Ungkapan ini juga sangat baik bagi seorang pengusaha karena mengandung arti, modal janganlah dihabiskan, dan yang boleh dipergunakan sebaiknya keuntungan dari hasil modal awal.

Berikutnya ada yang sangat tepat mengartikan setiap orang tidak ada yang terlahir sempurna, masing-masing mempunyai pekerjaannya sendiri dan janganlah saling mengganggu. Sitangko Ni Pandurung, Situat Ni Parsoban, Molope Ugus Jauh Tanggurung Tokka Marsihasoan.

Ungkapan yang berikutnya mengandung arti, manusia hanya bisa berusaha namun yang menentukan tetap Yang Maha Kuasa. Kita hanya menjalankan apa yang sudah digariskan dan ditakdirkan oleh Sang Pencipta. Dang Simanukmanuk, Si Bontar Andora, Dang Sitodo Tirpuk, Siahut Lomo Niroha.

Ada juga yang melarang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan atau memiliki hak orang lain. Dangjadi Haliangmu Donganmu.

 

TERKAIT  Lesung Terbang Legendaris Itu Ada di Sini

Penulis : Aliman Tua Limbong
Editor    : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU