DAIRI – Masih tentang produk andalan Sodip Coffee, selain Kopi Sidikalang, Adven Simbolon juga mengembangkan produk lokal berbahan baku Andaliman.
Sebagaimana kita tahu, Andaliman merupakan salah satu bumbu masak khas orang Batak yang cukup familiar dan sekarang sudah dikonsumsi secara luas secara umum. Peluang inilah yang coba dimasuki oleh Adven, menaikkan kelas Andaliman dengan kemasan dan branding “Parmasak Andaliman”.
Dari brandnya saja, sudah tergambar kalau produk ini merupakan bumbu masak dalam kemasan seperti yang sudah banyak beredar di pasaran. Apa yang membedakan Parmasak Andaliman dengan bumbu sejenis lainnya adalah:
1.Berasal dari biji Andaliman terbaik
2.Diolah menjadi bubuk tanpa bahan pengawet
3.Dikemas dengan praktis
4.Aman untuk dikonsumsi
Untuk berproduksi, Sodip Coffee telah memberdayakan 4 orang Anak Kampung Sini (AKAMSI, dengan 2 varian produknya: Parmasak Andaliman Bubuk sachet 10gr (Rp10 ribu), ukuran 1 ons setiap 1 sachet dan Parmasak Andaliman Botol 50gr (Rp50 ribu). Keduanya berbahan andaliman segar berkualitas.
Berkat kerja kerasnya sejak tahun 2020, Sodip Coffee telah memiliki penikmat tetap yang akan mengisi menu keseharian mereka dengan citarasa Parmasak Andaliman.
Parmasak Andaliman telah dijual secara online, dengan sebagian besar tujuan pengirimannya ke Pulau Jawa dan Kalimantan. Dengan modal awal sekira Rp5 juta, untuk saat ini Adven bisa menghasilkan rata-rata Rp2,5 juta per bulan.
Sebagai pejuang ekonomi kreatif, tentu perjalanan yang dilalui Sodip Coffee cukup berdinamika. Pada saat pandemi Covid-19, penjualan nyaris tidak ada sehingga produksi Sodip Coffee sempat berhenti.
Untuk mengatasi hal tersebut, Sodip Coffee konsisten mempublikasikan produknya di akun media sosial atau marketplace serta menjaga relasi dengan mitra.
Lokasi produksi Sodip Coffee sebelumnya berada di Desa Simartugan yang jauh dari jalan lintas sempat memengaruhi kwalitas pelayanan Sodip Coffee. Menyikapi persoalan ini, Sodip Coffee memutuskan untuk pindah ke Parbuluan IV.
Kondisi permintaan pasar yang berubah-ubah dan pasokan bahan baku yang terbatas, menuntut Sodip Coffee untuk bekerjasama dengan beberapa produsen bahan baku. Adven juga menyiapkan pasokan bahan baku sendiri untuk menjamin produksi tetap berjalan di masa depan.
Mengenalkan produk Andaliman bubuk pada masyarakat masih membutuhkan usaha ekstra karena masih tergolong baru.
Kepada ninna.id, Adven mengatakan masih terus berupaya meningkatkan kwalitas pelayanan Sodip Coffee agar semakin profesional sehingga dapat menjawab kebutuhan konsumen.
Di samping promosi yang sudah dilakukannya, dia berharap pemerintah dapat membantu pengembangan UMKM-UMKM yang mengangkat potensi daerah, melalui promosi, pengadaan fasilitasi peningkatan kualitas produk.
Untuk Bro dan Sis yang tertarik dengan produk Sodip Coffee, bisa menghubungi produsennya langsung di 0813-6021-9786 atau instagram @parmasakandalimanbubuk.
Penulis  : Gomgom Lumbantoruan
Editor    : Mahadi Sitanggang



