spot_img

Hari Ulos Nasional ke VII

Parade Ulos On The Street di Pulau Samosir Memukau

SAMOSIR – Lebih 200 anak-anak sanggar Sekabupaten Samosir dalam meramaikan peringatan Hari Ulos VII tahun 2021, tampil memukau. Parade bertajuk “Ulos on the street” di Pangururan Kabupaten Samosir itu, tampil sederhana namun elegan memukau.

Ulos on the street yang diikuti sejumlah anak berbeda usia itu adalah anak-anak didikan dari Sanggar Jolo New dan Sanggar Seni Atturnung, Sanggar Angle Elkanean dan Sibunga Jambu, Sanggar Tunas Kelapa, Sanggar Marsioloan, Sanggar Eme Ni Simbolon dan terakhir Sanggar Dosroha serta Sanggar Navistar Creative.

Parade itu mampu menyedot perhatian utama para warga seputaran Pangururan dan juga wisatawan yang sedang melintas. Tak henti-hentinya mereka mengabadikan momen itu lewat camera handphone sambil berselfie ria bersama parade ulos Hari Ulos ketujuh Indonesia.

Rute yang dijadikan parade Ulos on the street mengitari Kota Pangururan dimulai dari Sekretariat Dewan Kesenian Kabupaten Samosir di Tajur Pangururan, simpang Stasiun Sampri, Polsek Pangururan dan menjadi titik akhir parade persis di halaman Tugu Liberti Malau.

Parade Ulos Juga
Aura kecantikan gadis-gadis Batak dalam balutan ulos.(Foto:febe)

Peringatan Hari Ulos VII Tahun 2021 dilanjutkan dengan berbagai atraksi dan penampilan para anak-anak dari berbagai sanggar yang terlibat.

Keindahan dan keanggunan busana ulos dengan design yang sangat menarik membuat parade ini semakin berwarna.

Pusat perhatian kemudian tertuju pada rombongan anak usia dini yang ikut dalam parade itu. Usianya mungkin masih di bawah lima tahun, namun terlihat penuh ceria mengenakan ulos. Dewan Kesenian Kabupaten Samosir, menjelaskan, melibatkan anak balita itu untuk menanamkan kecintaan sejak dini terhadap ulos, sebagai mana misi mereka.

TERKAIT  Ketika Orang Batak Tak Bangga Jadi Batak

“Mari turut bangga dengan ulos yang kita kenakan dan yang kita punya sebab itulah keberadaan diri kita,” kata Tetti Naibaho, Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Samosir, yang tampil dengan balutan ulos yang cantik.

Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Samosir, Charles Malau berpesan, sebagai orang Batak agar senantiasa bangga dan melestarikan ulos sebagai warisan leluhur. Tak lupa dia menyampaikan rasa terimakasih kepada Balai Pelestari Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Aceh atas dukungannya dalam pelaksanaan kegiatan itu.

Titik akhir Parade Ulos On The Street di depan Tugu Liberty, diisi dengan musik tradisional Batak dan atraksi Tortor kreasi.

Suara merdu The Bagaz Trio yang membawakan lagu-lagu Batak, ikut menjadi magnet parade bersama Trio Ema Tutu. Mereka menghentak Parade Ulos On The Street.

Walau hujan deras mengguyur parade itu, tapi tak melunturkan semangat peserta dan masyarakat penonton. Mereka menyambutnya sebagai hujan berkat, karena sebulan terakhir hujan tak pernah membasahi Pulau Samosir.

 

Penulis    : Febe
Editor       : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU