SAMOSIR – Berwisata atau sekedar bertandang ke Ibu Kota Kabupaten Samosir, Pangururan, jangan lewatkan destinasi yang satu ini. Ancol. Demikian warga Pangururan menyebut destinasi wisata sederhana di tepian Danau Toba ini.
Pemandangan yang ditawarkan dari tempat ini sangat indah. Baik di waktu pagi, siang hingga sore, duduk di sepanjang Pantai Ancol ini bisa membuat betah. Beberapa pohon yang tumbuh besar dan rindang, menjadikan lokasi ini teduh. Suasananya juga tidak bising walau jaraknya dari permukiman warga sangat dekat.
Bagi bro dan sista yang ingin melepas penat serta mencari inspirasi, Pantai Ancol ini sangat direkomendasi. Dari sini kemegahan Gunung Pusuk Buhit terpampang sangat jelas.
Di seberang danau terlihat Huta Harian Boho, satu desa kecil yang bertetangga dengan Bukit Si Bea Bea.
Di sore hari, tempat ini menjadi pilihan anak-anak sekitar untuk berenang dan saling mempertontonkan aksinya terjun dari dermaga kecil ke Danau Toba. Sering dikunjungi wisatawan dan warga sekitar, di Ancol Pangururan ini juga sudah mudah ditemui penjaja makan ringan.

Untuk mengamati aktivitas nelayan yang memasang jaringnya sejak pagi, disebut Pardoton, di Pantai Ancol ini juga banyak dijumpai. Para Pardoton itu, datang ke sekitaran Ancol untuk memeriksa dan mengumpulkan hasil tangkapan jaringnya.
Lokasi Pantai Ancol ini sangat mudah dijangkau. Dari pusat Kota Pangururan, dari tugu kepala kerbau di depan Hotel Wisata, hanya butuh beberapa menit berjalan kaki ke arah Polres Samosir.
Dari depan Polres Samosir beberapa langkah, berdiri Rumah Dinas Bupati Samosir. Tepat di depan rumah dinas ini, memanjang beberapa puluh meter, disebut Pantai Ancol.
Jika menggunakan mobil, parkirkan saja di sepanjang Pantai Ancol, tidak ada biaya parkir atau kutipan masuk ke lokasi ini.
Kelebihan tempat ini, walau merupakan destinasi yang sangat kecil, tapi sangat dekat dengan para penguasa di pemerintahan di Kabupaten Samosir.
Di sebelah kiri rumah dinas bupati ini, ada musholah dan hanya berjarak rumah dinas camat Pangururan, ada gereja. Semakin lengkaplah destinasi kecil ini dekat dengan penguasa langit dan bumi juga.
Di hari Sabtu dan Minggu, tempat ini selalu ramai pengunjung sejak sore sampai malam. Khususnya bagi anak muda yang sedang kasmaran, betah berlama-lama di sini.
Selain tempatnya jauh dari kebisingan, tidak adanya lampu penerangan yang cukup di Pantai Ancol, mungkin menjadi pilihan tambahan bagi yang sedang kasmaran.

Berdiri di ujung Pantai Ancol ini, bisa melihat terusan Tano Ponggol yang sedang dalam proses pembangunan.
Lebar terusannya sekarang terlihat semakin indah dan semakin ramah dengan kapal. Oh ya, dari lokasi tempat berdiri melihat ke arah Tano Ponggol ini, warga sekitar menyebutnya, Tajur.
Di Tajur ini, ada tempat sakral, khususnya bagi marga Naibaho yang banyak bermukim di Pangururan. Bagaimana kisah sakral tempat ini? Jangan lupa singgahi Pantai Ancol bila sudah sampai di Pangururan.
Penulis  : Abiden Simamora
Editor   : Mahadi Sitanggang



