Panaskan Persaingan Industri Kecerdasan Buatan, Elon Musk Bangun Perusahaan AI Miliknya

NINNA.ID – Persaingan industri Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin memanas dengan kabar terbaru bahwa Elon Musk baru saja membuat perusahaan di ceruk serupa.

Melansir BeritaSatu, Elon Musk terdaftar sebagai direktur perusahaan AI bernama X.AI Corporation yang didirikan pada 9 Maret, menurut pengajuan bisnis negara.

Elon Musk baru-baru ini menggabungkan Twitter dengan perusahaan cangkang “X” yang baru dibuat, dengan mempertahankan nama merek untuk platform tersebut tetapi bukan bisnisnya.

Pendirian Elon Musk atas perusahaan yang tampaknya menjadi saingan OpenAI pembuat ChatGPT muncul, meski orang terkaya nomor dua di dunia ini sempat menyerukan jeda dalam pengembangan kecerdasan buatan.

Elon Musk telah membeli ribuan prosesor komputasi yang kuat dan mahal dan merekrut bakat teknik sebagai bagian dari proyek AI di Twitter, menurut laporan Insider.

Sementara itu, Elon Musk juga telah memangkas staf di Twitter sebagai bagian dari pemotongan biaya yang dramatis sejak pengambilalihan perusahaan San Francisco senilai US$ 44 miliar akhir tahun lalu.

TERKAIT  Perubahan Iklim dan Perusakan Lingkungan Penyebab Utama Krisis Pangan Global

Sebelumnya Elon Musk dan tokoh-tokoh lainnya menulis bahwa “sistem AI dengan kecerdasan kompetitif manusia dapat menimbulkan risiko besar bagi masyarakat dan kemanusiaan”.

Para penandatangan, termasuk akademisi dan raksasa teknologi seperti salah satu pendiri Apple Steve Wozniak, berpendapat bahwa jeda tersebut harus digunakan untuk memperkuat regulasi dan memastikan sistem AI yang aman.

BERSPONSOR

Perusahaan teknologi besar seperti Google, Meta, dan Microsoft telah menghabiskan waktu bertahun-tahun mengerjakan sistem AI, yang sebelumnya dikenal sebagai pembelajaran mesin atau data besar, untuk membantu terjemahan, pencarian, dan iklan bertarget.

Namun akhir tahun lalu perusahaan San Francisco OpenAI meningkatkan minat dunia pada AI setelah meluncurkan ChatGPT.

Elon Musk ikut mendirikan OpenAI tetapi meninggalkan perusahaan pada 2018.

Microsoft sejak itu mengumumkan akan menginvestasikan miliaran dolar di OpenAI dan telah menggunakan teknologinya untuk bekerja di layanan pencarian internet Bing-nya.

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU