spot_img

KARYA GENERASI MILLENIAL

Pagelaran Seni Budaya Ala SMA Mengundang Decak Kagum

SAMOSIR – Jika maestro seni atau anak-anak sanggar seni mengadakan pagelaran, sudah pasti hasilnya gemilang. Tapi bagaimana jika pelakunya hanya anak-anak SMA? Jangan dipandang sebelah mata, pagelaran seni budaya SMAN 2 Pangururan, Sabtu (04/12/21), berhasil mengundang decak kagum.

Pagelaran ini melibatkan siswa kelas XII dan beberapa alumni sekolah untuk berperan memperkenalkan budaya asli Batak di Pulau Samosir.

Pertunjukan seni budaya itu mengangkat cerita rakyat Batak, tarian budaya Batak, musik Batak dengan latar Danau Toba dan Gunung Pusuk Buhit, yang sangat sakral bagi orang Batak.

Pagelaran seni budaya3
Para seniman belia dari SMAN 2 Pangururan.(foto:lifzen)

Guru pelopor kegiatan Perry Sagala mengatakan, sudah selayaknya sekolah juga  berbenah sejak awal, untuk mempersiapkan diri mengambil peran dalam Pariwisata Samosir yang sedang diumbar.

Dari dunia sekolah, caranya dengan mengaitkan kompetensi dalam pembelajaran seni budaya di sekolah berbasis kearifan lokal dan mempersiapkan event sederhana dari para pelajar sebagai kaum millenial.

TERKAIT  Ritual Suku Batak Selesai Membangun Rumah

SMAN 2 Pangururan, selama ini memang sangat dikenal dengan seni budaya-nya yang mengejutkan khalayak ramai, contoh dengan adanya pagelaran ini.

Para seniman belia dari SMAN 2 Pangururan.(foto:lifzen)
Salah satu atraksi dalam seni budaya dari anak-anak SMAN 2 Pangururan.(foto:lifzen)

Mengangkat tema “Karya Generasi Milleniel”, yang luar biasa ini, para pelajar terlibat langsung mengasah kreativitas dan berinovasi melalui karya mereka sendiri, dengan sedikit polesan dari guru pengampu.

Pagelaran di SMAN 2 Panguruan, selain mengajarkan keterlibatan anak sejak muda, juga menjadi bahan pembelajaran bagi siswa lebih junior. Kelak, setelah mereka tampik sebagai pemeran, kegiatan serupa akan lebih baik lagi.

Pagelaran ini dilaksanakan di Dermaga Zetty Desa Situngkir, tempat Presiden RI Joko Widodo bersama Ibu Iriana pernah menghabiskan senja.

 

Penulis    : Lifzen Sitanggang
Editor       : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU