spot_img

RUHUT

Ongkalon Holi, Menggali Kubur Memindahkan Tulang Belulang (I)

NINNA.ID – Ongkalon Holi, adalah satu tradisi upacara adat Batak Toba, menggali tulang belulang orang yang sudah lama meninggal, dengan tujuan memindahkan tulang belulang ke tempat yang baru. Tradisi  ini dilaksanakan oleh satu garis keturunan (Ompu), yang tulang belulangnya digali. Yang dimaksud satu ompu sudah memiliki tingkatan, setidaknya 7 tingkat di atas. Ada juga yang hanya satu Ompung (tingkat orang tua ayah).

Pelaksanaan tradisi ini, biasanya sudah direncanakan dengan matang bertahun sebelumnya. Apalagi tradisi Batak yang satu ini, memelukan pendanaan yang tidak sedikit.

Tahapan acaranya juga lumayan rumit, sebab harus permisi kepada setiap Hulahula. Dari tingkat bawah hingga tingkat paling atas. Adapun hulahula yang akan dihadapi: hulahula yang bersangkutan dari tulang belulang diokkal (tulang belulang yang digali), lalu pihak isteri yang diokkal.

Tentang hulahula yang melakukan acara (Partalitali), masing-masing menghormati pihak isterinya. Tahapan acaranya sebagai berikut: jauh hari sebelumnya, perlengkapan untuk acara itu sudah disediakan. Misalnya kayu bakar, pemesanan alat-alat pesta, serta penunjukan penanggungjawab bagian akomodasi.

Para sesepuh dan keluarga terdekat berkumpul untuk mengadakan acara Marhusip. Kemudian dilanjutkan dengan Marsungkun Saripe. Pada acara marsungkun saripe, sudah hadir masyarakat Dalihsn Natolu, antara lain saudara serumpun (namar haha maringgi) pihak hulahula, demikin juga marga boru. Inti acara itu membahas bentuk acara dan jenis kegiatan yang akan dilakukan serta mekanisme pelaksanaannya.

TERKAIT  Ada Amphitheatre di The Kaldera Toba Nomadic Escape

Dilanjutkan Manggalang Raja, yaitu mengundang Raja Bius, unsur penerintah dan pihak Gereja. Pada acara Galang Raja,  para Raja Bius menegaskan apa yang telah disepakati tidak bisa diubah lagi. Sekaitan acara itu, seluruh hulahula yang berkaitan dengan acara itu diundang, sakaligus  membawa nasi bersama lauknya.

Setelah Galang Raja usai dilanjutkan, kepada pihak hulahula yang berkaitan langsung (Sipartohon) menghadapi hulahula dari orang yang tulang belulangnya akan digali, disebut Panompi.

Setelah berlangsung dengan hikmat, Hasuhuton mengumumkan tanggal penggalian kepada hulahulanya, sebab pada saat penggalian harus hulahula yang berkaitan langsung untuk memulai penggalian. Biasanya, pihak suhut nemberi napuran tiar kepada hulahulanya. Lalu hulahula ini nemohon kepada Mulajadi Nabolon (dipercaya Batak sebagai Tuhan) agar penggalian tulang belulang berjalan dengan lancar.

 

Penulis   :  Aliman Tua Limbong
Editor       : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU