spot_img

Hanya Rp 1 Jutaan Berlima

Nikmati Wisata Alam dan Jadi Koki di Desa Wisata Hutatinggi

SAMOSIR – Setelah dikunjungi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia  Sandiaga Uno, Desa Wisata Hutatinggi di Kecamatan Ronggurni Huta Samosir, mulai dilirik traveler. Paket wisata yang ditawarkan ke salah satu Desa Wisata terbaik Indonesia ini, sangat menggoda.

Cukup merogoh kocek sebesar Rp 1.250.000 untuk 5 orang, maka 3 hari 2 malam bisa dihabiskan di Desa Wisata Hutatinggi atau Hutatinggi Dream. Harga itu sudah termasuk biaya jemput dan antar kembali ke Bandara Silangit.

Penasaran apa saja yang bisa dinikmati di desa wisata itu? Hari pertama, belajar menjadi koki masakan tradisional. Traveler dapat memasak ikan mas arsik, sayur daun ubi santan atau pilihan lainnya, seperti natinombur atau bisa mengajukan selera, untuk santapan malam.

Butuh bantuan untuk mendapatkan rasa khas lokal, jangan khawatir, ada kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat yang siap membimbing. Rasanya pasti, nyummmi. Apalagi saat menyantapnya di dalam Homestay dengan konsep rumah tradisional Batak.

Nikmati wisata alam
Traveler menikmati makan malam di Homestay rumah tradisional Batak, di Desa Hutatinggi Samosir.(*)

Makan malam di Desa Hutatinggi semakin nikmat, dengan iringan musik tradisional dan juga tarian tradisional Batak. Tabuh taganing berpadu dengan melodi sulim, menghadirkan musik indah dan merdu, makam malam serasa semakin spesial. Momen makan malam seperti ini, sangat dinikmati traveler, apalagi yang datang dari mancanegara.

Perut kenyang, jiwa terhibur, dan saatnya untuk tidur. Hembusan angin malam dan suara jangkrik di Desa Hutagitinggi, menuntun ke peraduan. Homestay yang disediakan di sana memang berbentuk rumah tradisional Batak, tapi sudah diubahsuai demi kenyamanan traveler.

Nikmati Wisata Alam
Suasana pagi hari di Desa Wisata Hutatinggi bersama traveler dari mancanegara.(*)

Pagi hari, traveler bebas melihat suasana Desa Hutatinggi.  Melihat petani bersiap-siap pergi ke ladang, gembala kerbau yang menggiring ternaknya untuk mencari hamparan rumput, kaum ibu yang memulai aktivitas rumahtangga, serta kegembiraan anak-anak menyambut pagi. Mereka sangat ramah dan sangat senang diajak bercerita tentang kampungnya.

Kegiatan yang pasti tak akan terlupakan di Desa Hutatinggi, yang berjarak 3 kilometer dari Kota Pangururan itu adalah, saat diajak memerah susu kerbau. Pokdarwis pengelola homestay, akan memandu dan mengajarkan cara memerah susu kerbau yang benar.

TERKAIT  Mengenalkan Baktiraja Lewat Event Olahraga Sepeda

Susu kerbau hasil perahan pagi itu, akan dimasak dan bisa dijadikan lauk nasi putih atau bisa juga langsung dimakan tanpa nasi. Warga lokal menyebut nama makanan khas ini dengan “Dali Ni horbo” atau susu kerbau. Rasanya sangat nikmat sekali. Kandungan gizinya sangat tinggi karena berbahan utama  susu kerbau. Bagi yang sudah merasakannya, pasti ketagihan dengan keju basah dari tanah Batak, nama baru untuk Dali Ni Horbo ini.

Walau tidak menginap di hotel berbintang, tapi pengelola Homestay tetap menyediakan breakfast, sarapan pagi. Menunya sesuai dengan selera traveler. Ada mie gomak, telur rebus, lappet dan  ada pisang , ubi atau jagung rebus juga.

Kegiatan usai sarapan dapat dilanjutkan dengan jelajah Hutatinggi, melihat persawahan masyarakat dan melihat kerbau-kerbau yang sedang merumput.

Paket wisata Desa Hutatinggi tidak berhenti di desa itu saja. Masih ada ada perjalanan menuju beberapa objek wisata yang berdekatan dengan Kota Pangururan, seperti ke Hotspring (pemandian panas) Pangururan, Objek Wisata Air Terjun Efrata, Bukit Sibea-bea, Bukit Holbung dan Geopark Museum Centre Sianjurmula mula.

Hutatinggi4
Bersantap bersama hasil masakan sendiri dipandu Pokdarwis Hutatinggi.(*)

Waktu seharian seolah begitu singkat untuk menikmati objek wisata tersebut. Sore hari kembali ke Homestay, api unggun sudah dipersiapkan, menemani santap malam dengan masakan tradisional Batak, termasuk Dali Ni Horbo tadi.

Malam terakhir dari paket Rp 1 jutaan untuk berlima itu, akan menjadi malam penuh kenangan, menunggu kokok ayam sebagai alaram pagi. Menikmati sinar mentari di Desa Wista Hutatinggi di punggung Pulau Samosir, sembari menikmati breakfast menjadi saat terakhir yang akan dirindukan sebelum menuju Bandara Silangit.

 

Penulis    : Febe
Editor       : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU