Nikita Mirzani Malah Hepi Saat Majelis Hakim Tolak Eksepsinya, Kenapa?

BERSPONSOR

NINNA.ID – Setelah Majelis hakim Pengadilan Negeri Serang, Banten menolak eksepsi atau nota pembelaan Nikita Mirzani dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Dito Mahendra, Nikita Mirzani malah hepi dan terlihat sumringah. Kenapa?

“Mengadili, satu, menyatakan nota pembelaan atau eksepsi dari terdakwa Nikita Mirzani, tidak diterima,” kata hakim ketua, Senin (5/12/2022).

Nikita Mirzani mengaku senang atas keputusan Majelis Hakim PN Serang. Karena , dia sangat berharap di sidang berikutnya, bisa bertemu Dito Mahendra orang yang melaporkannya tersebut.

“Ya harus ditolak, kalau nggak ditolak sidangnya selesai. Kalian nggak bisa ketemu sama Mahendra Dito dong. Nggak seru dong,” kata Nikita usai sidang, seperti dikutip dari Tribunnews.

BERSPONSOR

“Jadi kan mulai besok sidangnya jadwalnya pemanggilan pelapor jadi kalian bisa lihat nanti bentuknya gimana Mahendra Dito, saksinya seperti apa yang jadi saksi dia,” sambung dia.

Ibu dari tiga anak tersebut mengaku tak kecewa dengan keputusan hakim. Karena sedari awal ia berharap bahwa penolakan eksepsi itu terjadi dan itu merupakan seperti keinginannya.

TERKAIT  Tayang Rabu, 26 April 2023, Nonton Film Homefront Gratis di Bioskop Trans TV

Nikita Mirzani mengatakan bahwa selama ini Dito Mahendra meneror kehidupannya. Oleh karenanya, dia ingin dikonfrontasi langsung dengan pelapor pada sidang berikutnya.

“Enggak dong justru aku memang maunya ini dilanjutkan supaya bisa tatap-tatapan langsung, biasanya kan di awang-awang kan kayak angin dia cuma bisa meneror tapi enggak berhadapan muka langsung,” tuturnya.

BERSPONSOR

Lebih lanjut, Nikita juga siap buka-bukaan di meja hijau dan membongkar kedekatan Dito Mahendra dengan oknum-oknum yang ada di wilayah Serang.

Sementara itu, kuasa hukum Nikita, Fahmi Bachmid, menjelaskan alasan eksepsi kliennya ditolak. Dia juga menyinggung nominal kerugian yang dialami Dito Mahendra akibat unggahan Nikita.

“Kalau eksepsi tadi banyak eksepsi yang tidak dikabulkan karena masuk pada pokok perkara. Memang betul karena kita sudah membongkar keanehan-keanehan kerugian yang tidak masuk akal Rp17,5 juta,” tutur Fahmi.

“Termasuk juga lapornya tanggal sekian, ruginya tanggal sekian. Itu semua memang masuk pada pokok perkara, tapi itu biar jadi catatan majelis hakim,” ucapnya kepada awak media.

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU