spot_img

Niagara Hotel Kenakan Denda Fantastis untuk Asbak Pecah

SIMALUNGUN – Niagara Hotel. Hotel ini termasuk hotel pilihan pertama bagi wisatawan berkantung tebal yang berlibur ke Kota Parapat Kabupaten Simalungun. Sering dipilih pemerintah untuk menyambut tamu-tamu penting, menjadikan hotel yang berada di perbukitan ini mendapat jaminan mutu. Selain rate room-nya yang lumayan menguras isi dompet, denda kerusakan yang dilakukan tamu hotel juga fantastis.

Pengalaman kurang menyenangkan ini dialami Hendrik, saat check out dari Niagara Hotel. Kepada wartawan, Senin (16/05/2022), dia mengatakan telah dikenakan denda sebesar Rp70.000 untuk satu asbak rokok, yang tak sengaja pecah dibuatnya. Dengan harga kamar Junior Suite sebesar Rp1.575.000/malam itu, denda untuk satu asbak rokok dianggap tak wajar.

Kepada wartawan Hendrik mengungkapkan, tidak tau sama sekali kalau ada asbak pecah, dan di awalnya tidak masalah untuk mengganti. Namun kecewanya datang saat akan melakukan pembayaran denda, Rp70.000. Harga yang menurutnya tak wajar karena rate room sudah sangat mahal.

“Denda yang kami bayar untuk satu asbak itu sebesar Rp70.000 dan sangat mahal, karena harga asbak itu paling Rp15.000. Kami juga tidak sengaja dan tidak tahu kalau ada asbak yang pecah. Namun saat check out langsung ditagih oleh reception. Jadi daripada ribut dan kita juga buru-buru maka kita bayar saja,” ujar Hendrik.

TERKAIT  BP Geopark Toba dan Dinsos PMD Samosir Berdayakan AKAMSI

Menurut Hendrik, denda mengganti barang-barang yang rusak selama benar disebabkan tamu tidak masalah. Namun pihak hotel harusnya mengenakan denda yang wajar, apalagi jika tamu tidak tahu atau tidak sengaja membuat barang itu rusak.

Dari pengalamannya ini, dia berharap pemerintah bekerja melakukan kontrol harga kamar di destinasi wisata saat musim liburan, dengan menetapkan batas minimal dan maksimal harga kamar sesuai kelas hotel.

Kejadian kecil yang dialaminya di Niagara Hotel, kata dia, bisa  menjadi preseden buruk terhadap Pariwisata Danau Toba.

Management Niagara Hotel, H Manurung membenarkan ada tamu di kamar Junior Suite diberikan bill penagihan denda karena asbak yang pecah sebesar Rp70.000.

“Benar Lae. Tamu kami yang check out dari kamar Junior Suite seharga Rp1.575.000/kamar/malam itu dikenai denda asbak sebesar Rp70.000. Sudah  sesuai peraturan perusahaan dan denda itu semua pakai bill,” ujar Manurung.

Menurut Manurung, semua penagihan sekecil dan sebesar apapun yang diterima hotel dari tamu selalu menggunakan kwitansi untuk mempertanggungjawabkan kepada perusahaan dan juga sebagai laporan pajak kepada pemerintah.

 

Penulis  : Ferindraha
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU