spot_img

Nenas Buah Tangan Penuh Vitamin dari KDT

SIMALUNGUN – Buah ini mungkin biasa saja buatmu. Tapi, apakah kamu tahu kalau dulu buah ini termasuk buah mewah dan biasanya disajikan di atas meja beberapa raja Eropa sekitar tahun 1700-an. Hingga kini buah ini masih menjadi buah yang mahal dan sulit didapat di sejumlah negara Eropa. Saking terkenalnya, buah ini masuk dalam tebak-tebakan yang cukup populer. Bersisik bukannya ular, bermahkota bukanlah raja. Benar. Maksudnya buah nenas!

Di Kawasan Danau Toba (KDT), nenas termasuk salah satu buah paling mudah ditemukan. Modal Rp 5 ribu saja sudah dapat ukuran sedang. Bisa gratis malah kalau kamu mau menanamnya di pekarangan rumah karena cukup mudah tumbuh.

Ada sejumlah tempat di KDT yang menjadikan nenas sebagai buah tangan. Salah satunya usaha Nenas Sinaga di Sipanganbolon, tidak jauh dari perbatasan Kabupaten Toba dan Simalungun. Pemiliknya bermarga Sinaga beristrikan boru Sirait.

Mereka sudah lama menggeluti usaha yang berlokai tepat di pinggir jalan. Dari arah Parapat letaknya sebelah kiri dan sebaliknya dari arah Porsea sebelah kanan. Parkirnya cukup luas bahkan untuk kendaraan roda emlat.

Kalau kamu sedang dalam perjalanan dan ingin mencari tempat beristirahat sejenak di sekitar Sipanganbolon, ini salah satu rekomendasi buatmu. Kamu bisa istirahat sambil menikmati buah nenas yang manis.

Nah, sebelum disajikan kamu perlu pilih bukan? Begini tips dari seorang teman penjual nenas untuk memilih nenas yang manis.

”Ketuk-ketuk dengan jari. Dengar suaranya apakah padat, itu ciri pertama buah tersebut manis. Ciri kedua, pilih warna keemasan dan mata rongganya yang besar”.

Kamu harus tahu kedua tips itu. Sangat disayangkan memamng, jika membeli buah nenas tapi dapat yang asam. Jika memang suka yang asam tidak masalah, namun jika tidak suka, bakalan banyak yang terbuang.

TERKAIT  Gerbang Toba, Spot Instagramable Baru di Danau Toba

Begitupun, ada cara bagaimana mengolah buah nenas yang asam agar tetap nikmat dimakan. Caranya dengan mengolahnya menjadi selai nenas untuk isian roti atau dapat juga dijadikan menu saat bersantap menjadi pajri nenas.

Menjadi salah satu tumbuhan mudah dibudidayakan dan banyak manfaaat, nenas berpeluang untuk diolah sebagai oleh-oleh khas di KDT. Sejauh ini nenas sekedar dijual utuk atau dijadikan bagian dari rujak. Padahal banyak produk turunan yang bisa diolah dari buah nenas, mulai dari jus nenas, selain nenas hingga keripik nenas. Jika kamu berminat untuk menjadikan nenas sebagai produk oleh-oleh di KDT, peluangnya masih sangat terbuka dan pasti mendatangkan cuan.

Kembali ke Ibu boru Sirait penjual nenas tadi. Ternyata nenas yang dijualnya benar hasil bumi dari KDT, tepatnya dari Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara. Nenas dari daerah ini memang terkenal besar dan manis. Sebagian lagi merupakan hasil budidaya sendiri tidak jauh dari lokasinya berjualan.

Nenas termasuk tanaman yang buahnya penuh vitamin dan dapat tumbuh di mana saja di Indonesia karena iklim kita yang tropis. Namun, tanaman ini bakal semakin tumbuh subur di tanah berpasir yang mengandung asam, rendah kadar mineralnya dan dengan kelembapan yang tinggi. KDT memenuhi syarat tersebut.

 

Penulis     : Damayanti Sinaga
Editor         : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU