spot_img

Satu Malam di Kaldera Toba

Nadiem Makarim Belajar Main Taganing dan Nikmati Mie Gomak

SAMOSIR – Seolah belum cukup puas dengan penampilan para maestro Batak di  Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI), Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim, memilih menghabiskan satu malam di rumah penggiat budaya, Martahan Sihotang di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.

Di rumah yang juga sebagai bengkel musik sederhana ini, Nadiem banyak berdiskusi dengan Martahan. Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI ini, juga belajar cara memainkan alat musik taganing dan beberapa alat musik tradisional Batak yang lain, yang kerap jadi bagian pementasan Martahan.

https://g.co/kgs/mWt4b8
Nadiem Makarim berkolaborasi dengan Martahan Sihotang memainkan alat musik tradisional Batak.(Foto:ist)

Nadiem Makarim mengungkapkan, bunyi-bunyian dari alat-alat musik tradisional Batak itu cantik dan kental dengan kesakralan, namun relevan dengan zaman.

“Inovasi musik seperti itulah yang saya ingin dengar terus. Perpaduan musik tradisi dengan inovasi. Sesekali saya mendengar musik hip hop dan sesekali musik elektronik, sungguh luar biasa,” katanya.

Kepada Martahan, Nadiem mengaku selalu memikirkan bagaimana caranya musik tradisional laku dan dicintai masyarakat luas. Satu hal lagi yang lebih penting, kata pendiri Gojek itu, bagaimana secara generik musik tradisional dapat dinikmati anak muda.

Menghabiskan malam terakhir kunjungannya di Sumatera Utara, alam Kaldera Toba di Kabupaten Samosir seolah menggerakkan hatinya untuk menyelamatkan kesinambungan musik tradisional Batak.

“Saya khawatir musik ini bisa hilang kalau kita tidak bergerak bersama,” ungkap Menteri Nadiem dalam diskusinya dengan Martahan Sihotang.

Selepas menikmati dinginnya malam di Kaldera Toba, Rabu pagi 27 Oktober 2021, Nadiem Makarim menikmati sarapan khas Batak Toba, mie gomak. Sambil menikmati keindahan alam Kaldera Toba, di tepi Danau Toba Nadiem Makarim memainkan alat musik taganing bersama Martahan Sihotang.

TERKAIT  Warna Danau Warisan Leluhur di Danau Toba yang Memikat Hati
Nadiem Mi gomak
Nadiem Makarim sarapan mi gomak di rumah Martahan Sihotang di Kecamatan Harian kabupaten Samosir.(Foto:ist)

Penggiat budaya, sang maestro alat musik tradisional Martahan Sitohang mengaku terharu Menteri Pendidikan mau menginap di rumahnya, untuk berdiskusi lebih dekat.

“Terharu, karena mendapatkan perhatian. Sudah tiga tahun saya meninggalkan istri dan anak di Jakarta untuk memajukan kebudayaan Toba. Komitmen saya ini ternyata diperhatikan Mas Menteri,” ungkapnya.

Kepada ninnA, Martahan Sihotang mengaku sangat bangga atas pelukan hangat dari seorang Menteri Pendidikan RI yang sangat rendah hati itu.

“Sifatnya sangat sederhana dan tidak ada batasan, membuat setiap orang yang dekat dengannya sangat nyaman untuk berinteraksi. Ketemu dengan Nadiem seperti mimpi,” kata Martahan.

Nadiem Selfie
Nadiem Makarim merekam dirinya bersama Martahan Sihotang yang sedang memainkan taganing.(Foto:ist)

Sebelumnya, Selasa 26 Oktober 2021, Mendikbudristek Nadiem Makarim menyaksikan penampilan 60 musisi muda dan 30-an maestro Batak, dalam Festival Musik Tradisi Indonesia di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.

Melalui Festival Musik Tradisi Indonesia, Nadiem berharap musik yang mengalun dari tepi Danau Toba dapat dicintai juga oleh masyarakat nusantara, bahkan sampai ke mancanegara. Nadiem berjanji bersedia untuk mementaskan musik tradisional Batak di Jakarta.

“Saya juga merasa terhormat. Para pengetua adat telah menyambut saya dengan hangat dan memberikan saya ulos. Terima kasih atas restu yang diberikan kepada saya di hari yang berbahagia ini,” kata Nadiem di halaman SMP Negeri 1 Harian.

 

Penulis    : Jogi S/rel
Editor       : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU