spot_img

Mual Jajambean Siatas Barita Dipercaya Memiliki Khasiat

TAPUT – Mata air ini dikenal dengan Mual Jajambean dan sudah ada sejak puluhan atau ratusan tahun lalu. Bagi masyarakat Tapanuli Utara (Taput), khususnya keturunan Pomparan Guru Mangaloksa (PGM), Mual Jajambean ini sangat penting, sebab berada di kawasan tambak (makam) Guru Mangaloksa Hasibuan yang merupakan nenek moyang PGM.

Lokasinya berada di perbukitan Siatas Barita, Desa Simorangkir Julu, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara. Airnya bening, bersih dan begitu tenang memancar keluar dari bebatuan. Di tengahnya ada pohon besar yang rimbun seolah pelindung dari hujan atau terik matahari. Air dan pohon yang berdampingan ini menggambarkan kedamaian dan hidup yang saling membutuhkan.

Kalau dilihat sekilas, seperti mata air biasa yang ada di perladangan atau hutan. Namun ternyata, Mual Jajambean ini mempunyai makna dan kisah kenangan bagi warga sekitar.

Konon mata air ini selalu dimanfaatkan dan dikonsumsi warga sekitar bila ingin pergi ke ladang. Mereka mengambil airnya untuk dijadikan bekal pelepas dahaga.

Tidak hanya itu, menurut cerita, airnya juga dipercaya memiliki khasiat tersendiri. Airnya bisa mengobati penyakit gatal-gatal dan sering dijadikan pelengkap ritual atau ulaon partondion, khususnya bagi pinompar atau keturunan PGM.

Menurut salah seorang warga sekitar yang juga merupakan keturunan PGM, Tonny Jeremy Tobing, kwalitas airnya sangat bersih dan bisa langsung diminum.

TERKAIT  Tahapan Ritual Mandudu (VI)

“Airnya memang sangat bersih. Pada zaman dahulu, kalau mau ke ladang, air ini selalu diambil untuk air minum, karena kalau diminum mentah pun tidak ada efek negatifnya,” ujarnya saat berbincang dengan NINNA.ID baru-baru ini.

Dia juga mengatakan, sampai sekarang air dari Mual Jajambean ini masih sering digunakan warga. Selain karena airnya bersih dan bening, konon masih banyak yang percaya dengan khasiatnya.

“Menurut nenek moyang kami, air ini memiliki khasiat, karena bisa jadi tawar obat. Misalnya obat gatal-gatal,” ujarnya.

Selain untuk kebutuhan minuman dan keperluan obat, sampai sekarang airnya masih sering digunakan untuk hal-hal yang berbau partondion atau berbau spritual.

“Masih sering digunakan untuk hal-hal partondion atau spritual. Pomparan Guru Mangaloksa selalu datang ziarah ke makam Guru Mangaloksa dan memanfaatkan Mual Jajambean ini,” katanya.

Lokasi Mual Jajambean ini berada di kawasan objek wisata Salib Kasih Siatas Barita, tepat di pinggir jalan sebelah kanan. Bila dari simpang Salib Kasih Siatas Barita, mata air ini berjarak satu kilometer dan bisa ditempuh dengan waktu sekitar satu atau dua menit menggunakan kendaraan. Kalau dari Kota Tarutung lokasinya berjarak sekitar enam kilometer dan bisa ditempuh kurang lebih lima sampai enam menit.

 

Penulis : Billy S
Editor   : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU