spot_img

Monumen Si Raja Panggabean

TAPUT –  Kali ini kita berbagi cerita tentang warisan leluhur marga Panggabean dari Kabupaten Tapanuli Utara, monumen Si Raja Panggabean. Tugu ini diresmikan pada tahun 1977, dan sebenarnya sudah pernah mencuat pemikiran membangun tugu ini, 21 tahun sebelumnya. Adanya ide atau gagasan itu menjadi dasar kuat untuk merealisasikan di tahun 1977.

Pada tahu 1976, saat diadakan pesta akbar Pomparan Si Raja Panggabean se-Indonesia di gedung olahraga Jl.Veteran Medan, ide tadi semakin dimatangkan oleh para tetua di lingkungan marga ini. Mereka sepakat, perlu ada suatu pengingat bagi generasi muda Panggabean, agar mereka tidak lupa dari mana asal akar marganya.

Hasil kesepakatan itu, maka dibangunlah sebuah monumen yang berbentuk tongkat Tunggal Panaluan beserta 3 buah sopo yang melambangkan kesatuan dan persaudaraan pomparan Si Raja Panggabean Lumban Ratus, Raja Panggabean Simorangkir dan Raja Panggabean Lumban Siagian.

Di samping sebagai upaya pembinaan kesadaran terhadap genersi muda, akan adat istiadat Batak khususnya marga Panggabean, kehadiran sebuah memorial secara fisik, dianggap sangat perlu.

Dalam pertemuan tahun 1976 di Medan itu, untuk pertama kalinya juga dikumandangkan Mars Si Raja Panggabean, yang merupakan ciptaan Gr. Daulat Panggabean.

Rancang bangun monumen tersebut diprakarsai oleh Hotma Panggabean, dibantu oleh Arnold Panggabean dan pada tanggal 17 februari 1984, dimulailah pembangunan monumen tersebut.

TERKAIT  Berebut Nama Sisingamangaraja, Milik Siapa?

Tugu setinggi 18 meter yang dibangun, melambangkan pomparan Si Raja Panggabean telah berkembang sampai generasi ke 18 (pada masa itu). Seorang seniman ukir, dihadirkan untuk memperindah tugu sehingga tampak berwibawa.

Letak Tugu Si Raja Panggabean ini tepatnya berada di tepi jalan raya Jl Marhusa Panggabean, Simorangkir, Kecamatan Siatas Barita. Bila dari pusat Kota Tarutung, jaraknya hanya sekitar 3 kilometer.

Walau tempat ini merupakan tugu marga Panggabean, tapi tetap dibuka untuk umum. Setiap akhir pekan dan hari libur, lokasi ini selalu ramai dikunjungi, khususnya orang-orang yang berkaitan dengan marga Panggabean.

Masuk ke tempat ini tidak ada dipungut biaya apapun, termasuk bebas memarkirkan kendaraannya. Tapi bro dan sista ninnA, selalu jaga kebersihan ya. Sebab kebersihan tempat ini selalu terjaga oleh pengelolanya, jangan pula kita yang datang malah meninggalkan sampah. Yuk ke Tarutung, banyak lagi tempat-tempat bersejarah dan tempat indah di Ibu Kota Tapanuli Utara ini.

 

Penulis    : Eka Hutabarat
Editor        : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU