spot_img

Misteri Tano Ponggol, Kerbau Takut Melewatinya

SAMOSIR –Tano Ponggol di Pangururan, Kabupaten Samosir sudah menjadi land mark. Kisah tentang jembatan yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Samosir ini,  sudah banyak dituturkan dan dituliskan. Namun tidak banyak yang tahu, ada kisah misteri antara Tano Ponggol dengan kerbau.

Seperti kebanyakan kisah lainnya, ada saja yang percaya dan tidak. Begitu juga kisah ini, kisah tentang sulitnya menyeberangkan kerbau melintasi jembatan Tano Ponggol . Konon, hanya marga tertentu yang berhasil menyeberangkan kerbau di jembatan ini, yaitu marga Naibaho.

Kisah berbau misteri yang belum terpecahkan itu tenyata pernah dialami warga sekitar Tano Ponggol, Parningotan Naibaho.

“Waktu kecil kami sering bersenda gurau di jembatan itu. Kami selalu dapat upah Rp 5 rupiah, saat menyeberangkan kerbau. Sebab kalau bukan marga Naibaho yang menyeberangkan, kerbau itu terdiam dan tak mau bergerak. Jadi gembala kerbau yang bukan marga Naibaho selalu meminta kami untuk menyeberangkannya,” katanya tersipu mengingat masa kecil.

Walau sudah puluhan tahun tinggal di sekitaran daerah itu, namun Parningotan tidak tahu kenapa kerbau seperti takut menyeberangi jembatan yang tidak begitu panjang itu. Dia hanya mendengar kisah, jembatan yang dibangun Belanda itu banyak memakan korban jiwa.

TERKAIT  Mengintip Romantisme Pantai Pangkodian

“Itulah kisah misteri yang pernah saya alami waktu kecil dan itu nyata,” ujarnya.

Bagi Efendi Naibaho salah seorang warga sekitar, jembatan Tano Ponggol di masa kecilnya merupakan tempat meloncat terjun ke Danau Toba.

“Sekitar tahun 1965 hingga 1970, saya dan teman-teman waktu itu masih duduk di sekolah dasar, selalu menjadikan Tano Ponggol tempat terjun ke bawah untuk mandi mandi,” katanya kepada NINNA.ID.

Seingat dia, di era tahun 70-an kedalam air danau di bawah jembatan itu mencapai 5 sampai 10 meter. Airnya saat itu masih sangat bersih dan tidak berbau dan seingatnya, selalu ada kapal kecil yang mengeruk endapan, agar kedalamannya terjaga untuk lintasan kapal.

Direvitalisasi
Saat ini Jembatan Tano Ponggol sedang dibangun dengan konsep modern. Bahkan, pemerintah pusat memberikan anggaran hingga ratusan miliar.

Desain jembatan direncanakan mengadopsi kearifan lokal adat Batak, dengan perkiraan ketinggian ideal jembatan sekitar 10 meter dari permukaan danau. Lalu, didukung oleh pelebaran alur Tano Ponggol dari 25 meter menjadi 80 meter sepanjang 1,2 Km, sehingga dapat dilewati oleh kapal pesiar.

 

Penulis   : Jogi Sianturi
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU