spot_img

Merajut Romantisme di Batuhoda Beach yang Eksotis

NINNA.ID – SAMOSIR

Pantai, selalu bersisikan keindahan. Ada banyak kisah romantis terjadi di pantai atau datang ke pantai untuk menjemput romantisme. Tidak sedikit pula pantai dikenal karena kisah-kisah romantisme yang abadi membungkus tempat itu. Walau akhir cerita romantisme tak selalu bahagia, akhir kisah duka juga sama nilainya. Kisah itulah yang diangkat Batu Hoda Beach di Samosir dengan suasana pantai yang eksotis.

Lokasinya yang istimewa pada titik nol pulau Samosir, membuat destinasi wisata pantai Danau Toba ini berbeda dari destinasi sejenis di kawasan itu. Sentuhan tersendiri dari pengelola pantai Batu Hoda, mampu menghadirkan romantisme modern dengan lantunan musik yang disesuaikan dengan suasana pantai. Berdiri tepat di titik nol Samosir, bentangan Danau Toba telihat lebih jauh ke arah kanan ataupun kiri.

“Ini bukan sebatas objek wisata, tapi ini kita harapkan sebagai role model. Role model yang kita maksud dalam hal tata kelola.”

Sembari mengajak tamu-tamunya menapaki pantai berpasir yang dihiasi cangkang kepah halus, pengelola Batu Hoda Beach Ombang Siboro, berkeinginan konsep pengelolaan Batu Hoda Beach menjadi role model di Danau Toba.

Dalam konsep kepariwisataan yang dilakukannya, kebersihan menjadi role model yang tidak bisa ditawar. Di Batu Hoda Beach, dia malah melibatkan warga sekitar untuk terlibat dalam mencitakan suasana bersih dan nyaman itu. Pelibatan warga sekitar termasuk membagi kegiatan lain yang berkaitan langsung dengan pengunjung, agar perekonomian warga sekitar ikut terdongkrak.

Baca juga : Mata Air ‘Sampuran Bala’ Sebening Kaca Berdaya Magis

Kilometer nol menjadi salah satu spot foto yang paling favorit di Batu Hoda Beach.(Foto/doc)

Selain kebersihan, jasa penyewaan pelampung dari ban sepenuhnya dilakukan oleh warga sekitar. Bahkan, unit Coffee Shop yang ada di Batu Hoda Beach dilepas Ombang Siboro, dikelola secara mandiri oleh warga sekitar Desa Cinta Damai, Kecamatan Simanindo Samosir.

Batu Itu Menggambarkan Penantian Abadi

Berkunjung ke Batu Hoda Beach Samosir bukan sekedar menikmati destinasi wisata di Danau Toba yang eksotis. Di sini, pengunjung bisa melihat bebatuan yang konon terbentuk atas dasar kesetiaan cinta, dalam penantian panjang. Nilai kesetiaan yang diangkat dari mitos di sana, masih hidup sampai saat ini dalam masyarakat sekitar.

Dikisahkan, seekor kuda betina di tepi pantai Danau Toba sedang menanti kuda jantan yang berada di seberang pulau Samosir.  Dalam sepi, ia bertahan menunggu walau diterpa berbagai suasana tak mengenakkan. Baginya, penantian adalah ungkapan cinta terdalam untuki kuda jantan yang ia cintai.

Batu ini dipercaya kepala kuda betina yang setia menunggu di tepi pantai.(Foto/dokumen)

Dari pantai tersebut, kuda betina kerap memandang jauh ke seberang danau menunggu kuda jantan idamannya. Sayangnyal, kuda jantan tak kunjung datang. Rindu yang membuncah menjadi temannya setiah hari. Kesepian yang semakin menyiksa itu tak memudarkan hasrta kuda betina dalam menanti.

Masyarakat sekitar menjadi resah dan prihatin melihat kesetiaan kuda betina itu. Masyarakat akhirnya meminta kuda tersebut agar menyeberangi Danau Toba untuk memastikan keberadaan kuda jantan di seberang sana masih sendiri atau sudah bersama kuda yang lain.

TERKAIT  Bukit Kembar dari Aek Si Pitu Dai, Celahnya Begitu Menggoda

Namun, kuda betina tetap berkukuh menunggu dan berdiam di bibir pantai Danau Toba. Walau masyarakat sudah menghalaunya agar segera menyeberangi Danau Toba, kuda betina malah bersumpah bahwa ia tak akan menyeberangi Danau Toba.

“Aku takkan menyeberangi Danau Toba, aku akan menunggu di sini sampai dia datang. Biarlah aku menunggunya hingga jadi batu,” demikian sumpahnya.

Kuda betina itu bergeming. Penantiannya yang panjang tak berujung pertemuan. Malah, dalam dalam penantian itu, kuda betina menjadi batu.

Saat ini di Batu Hoda Beach, ada hamparan batu kokoh seolah tumbuh dari pantai pasir. Satu bentuk dari bebatuan itu terlihat jelas membentuk kepada kuda, yang dipercaya batu kuda betina yang setia menunggu seperti dalam mitos berkembang di sana.

“Intinya adalah kesetiaan. Maka tempat ini juga memiliki nilai romantis yang tak kalah dengan tempat lain yang punya cerita romantis,” ujar Ombang Siboro.

“Untuk saat ini, memang penataan Batu Hoda Beach menurut saya paling baik ya. Di sana ada sesuatu yang memang baru untuk wisata pantai di Danau Toba, khususnya Samosir” – Jonner Simbolon Anggota DPRD Samosir

Dikunjungi 5000 Wisatawan Setiap Bulan

Dilengkapi kursi payung khas pantai dan pondok-pondok terbuka yang ditata apik tanpa mengganggu visual ke arah Danau Toba, Batu Hoda Beach menjadi salah satu destinasi favorit di Samosir.

Para Suster sedang diabadikan di bawah Payung ala Batuhoda Beach

Pohon cemara, pohon kelapa dan jenis pepohonan lainnya serta wahan rumah buruh dan rumah pohon di Batu Hoda Beach menambah kesan romantisme yang eksotis. Belum lagi beberapa spot foto di tepi pantai bahkan di Danau Toba, jadilah tempat itu yang diburu oleh kaum muda.

Dari penuturan Ombang Siboro, Batu Hoda Beach itu dibuka sejak bulan September 2018, dan sebelum pandemi Covid-19, pernah membukukan 5000 pengunjung per bulan. Namun, kini pihaknya mengalami penurunan pengunjung terlebih akibat PPKM level 3. Penurunan pengunjung selama pandemi ini mencapai 40 hingga 60 persen.

Kemolekan Batu Hoda Beach diabadikan dari udara.(Foto/doc)

Seperti penuturannya, dengan manajemen yang melibatkan warga sekitar untuk membantu perekonomian warga, praktis tidak banyak mempekerjakan karyawan. Dengan cara itu, sedikit banyak bisa membantu Batu Hoda Beach untuk bertahan dari pendemi Covid-19.

Ini bukan aktor kungfu Jet Lee sedang syuting di kilometer nol Samosir ya. (Foto/dokumen)

Untuk sampai ke lokasi ini, pengunjung hanya butuh menempuh perjalanan tiga puluh menit dari Kota Pangururan dengan menggunakan kendaraan sepeda motor maupun mobil. Bila pengunjung datang dari daerah Tomok, hanya menempuh perjalanan selama 10 menit saja.

Perjalanan yang tidak lama didukung infrastruktur jalan yang mulus, semangat untuk menikmati eksotisme Batu Hoda Beach pasti masih terjaga. Setelah tiba di sana, rangkailah kisah romantismu.

Penulis : Stiruam

Editor   :  Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU