Menuju Transportasi Terintegrasi di Sumut: Lebih Nyaman, Lebih Terhubung

BERSPONSOR

Medan, NINNA.ID — Bayangkan Anda baru saja mendarat di Bandara Kualanamu. Tak perlu bingung mencari taksi atau menunggu jemputan. Semua moda transportasi darat—dari kereta bandara, bus, taksi resmi, hingga kendaraan antar-jemput—tersedia di satu kawasan.

Inilah potret transportasi terintegrasi yang sedang diperjuangkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Lewat Dinas Perhubungan, Pemprov Sumut menggelar Rapat Evaluasi Pemaduan Moda Transportasi yang menyoroti pentingnya dua hal: peningkatan kualitas layanan dan konektivitas antarwilayah.

Pertemuan yang diadakan di di Aula Kantor Dishub Sumut, Jalan Imam Bonjol No. 61 pada Rabu 14 Mei 2025 ini tidak hanya menghadirkan para operator transportasi, tapi juga perwakilan dari berbagai sektor—baik pusat maupun daerah.

BERSPONSOR

Daftar Kehadiran yang Lengkap, Kolaborasi yang Luas

Rapat ini dihadiri oleh lebih dari 40 perwakilan penting dari berbagai lembaga dan operator transportasi. Mulai dari otoritas bandara, pelabuhan, perusahaan angkutan, hingga Dinas Perhubungan dari berbagai kabupaten/kota di Sumut.

Kehadiran mereka menandai langkah serius menuju kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan sistem transportasi yang benar-benar terintegrasi.

Beberapa nama penting yang hadir di antaranya: Kepala Otoritas Bandara Wilayah II Medan, Vice President PT KAI Divre I Sumut, GM PT Pelindo Cabang Belawan, GM PT ASDP Cabang Sibolga, hingga para direktur operator transportasi seperti DAMRI, Blue Bird, PT PARISMA JAYA TRANS, Samosir Pribumi Transport, dan masih banyak lagi.

Kualanamu Jadi Contoh Integrasi Moda

Dalam rapat tersebut, perwakilan Bandara Kualanamu memaparkan bahwa seluruh moda transportasi darat kini telah terkoneksi dalam satu kawasan. Dari total 25.000 penumpang per hari, sekitar 2.000 memanfaatkan moda umum seperti bus dan kereta.

Akan tetapi, sekitar 10% masih memilih kendaraan pribadi karena alasan kenyamanan dan kepercayaan terhadap layanan publik.

Standar pelayanan adalah kunci keberhasilan integrasi. Penumpang akan memilih moda dengan kualitas terbaik,” ujar perwakilan Kualanamu yang hadir dalam rapat tersebut.

- Advertisement -

Jadwal, Standar, dan Evaluasi Jadi Fokus

TERKAIT  Pjs Bupati Toba: Setiap Pelanggaran Pilkada Harus Cepat Direspon dan Ditangani

Salah satu poin penting dalam rapat ini adalah berbagi informasi jadwal antaroperator secara real time—baik untuk pesawat, kapal penyeberangan, kereta api, maupun moda darat lainnya.

Tujuannya jelas: agar semua pihak bisa saling mendukung dan perjalanan penumpang menjadi lancar tanpa hambatan.

Operator penyeberangan juga diarahkan untuk segera menyesuaikan diri dengan PM 19 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan tiket elektronik, demi kemudahan dan transparansi layanan.

Dalam aspek pelayanan, evaluasi bulanan berdasarkan Service Level Agreement (SLA) akan diberlakukan. Operator yang tidak menunjukkan peningkatan meski telah diingatkan akan dipertimbangkan untuk tidak direkomendasikan kembali.

Standar kenyamanan seperti suhu kendaraan, waktu tunggu, dan pembaruan armada menjadi sorotan penting.

Potensi Wisata, Kunci Masa Depan Transportasi

Transportasi yang baik tidak hanya untuk warga lokal, tapi juga untuk wisatawan. Sumut punya destinasi unggulan seperti Samosir, Nias, dan Humbang Hasundutan yang butuh akses transportasi memadai.

Dengan 274 armada angkutan pemadu moda, jaringan tol, pelabuhan, dan bandara yang terus dikembangkan, Sumut diproyeksikan menjadi salah satu pusat konektivitas wisata di wilayah barat Indonesia.

Jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Sumut meningkat 26% dari 2023 ke 2024, dan diperkirakan terus tumbuh.

Langkah Lanjut: Teknis dan Komitmen Bersama

Sebagai tindak lanjut, akan diadakan pertemuan teknis lanjutan untuk membahas detail pelaksanaan kerjasama. Ini termasuk pengaturan akses layanan, mekanisme operasional, serta sistem dan teknologi yang digunakan dalam integrasi moda.

Transportasi yang terintegrasi bukan hanya soal koneksi, tapi juga soal pelayanan. Kita harus kerja bersama untuk menjadikannya kenyataan,” tegas Kepala Bidang Angkutan Jalan Yunus Pasodung yang memimpin rapat menggantikan Kadishubsu Agustinus Panjaitan yang saat itu ada tugas di Jakarta.

RAPAT EVALUASI PEMADU MODA2
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Sumut, Yunus Pasodung, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan transportasi terintegrasi yang mengutamakan pelayanan. Ia memimpin rapat evaluasi. (Foto: Damayanti)

Dengan semangat kolaboratif dan komitmen bersama, Sumatera Utara siap melangkah ke masa depan transportasi yang modern, nyaman, dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta pariwisata daerah.

Penulis/Editor: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU