spot_img

Luar Negeri

Menjelajah Katedral Murcia, Mengulik Pengelolaan Bisnis Ala Gereja

NINNA.ID – SPANYOL

Siapa saja yang berkunjung ke Murcia salah satu provinsi di bagian selatan Spanyol, tentu saja tidak lengkap sebelum berkunjung ke gereja yang satu ini. Gereja ini adalah ikon sekaligus salah satu destinasi wisata terkenal di Murcia. Gereja Katedral Murcia adalah sebuah gereja induk bagi umat Katolik di Murcia, khususnya mereka yang menganut Katolik Gregorian dan Katolik Roma.

Gereja Katolik ini dikenal dengan nama Cathedral St. Mary yang ditujukan sebagai penghormatan khusus bagi Santa Maria di Murcia.  Bangunan bersejarah ini dibangun di pusat kota Murcia, dan berada di kompleks Plaza del Cardenal Belluga. Gereja ini mulai dibangun pada tahun 1394 dan selesai pada tahun 1465, namun sampai sekarang bangunan ini tetap kokoh berdiri serta kaya akan nilai sejarah Katolik.

Ada hal yang paling menarik dari gereja Katedral ini, dimana gereja secara leluasa mengelola bisnis dengan para pengusaha yang ada di kompleks Plaza de Belluga ini. Komplek luar gereja yang kosong, disewakan untuk berbagai jenis usaha yang kemudian difasilitasi oleh pihak ketiga dan pemerintah.

Bagian Gereja Katedral
Bagian luar gedung Katedral yang disewakan untuk toko buku, pakaian, dan sepatu.(Foto:Zen Siboro)

Katedral ini kemudian dikelilingi berbagai restoran dan coffee shop dan pastinya mereka membayar sewa lahan kepada pihak gereja. Gereja melibatkan pihak swasta sebagai pihak manajemen yang mengontrol proses berjalannya usaha tersebut termasuk segala urusan administrasi.

Melalui pola tersebut akhirnya gereja ini bukan hanya menjadi sebuah destinasi wisata religi semata, namun gereja ini juga menjadi pusat hiburan masyarakat. Dengan pengelolaan bisnis ini pula, gereja ini kemudian menjadi tujuan turis lokal dan internasional yang hanya ingin sekedar berkumpul bersama keluarga dan kerabat atau kita kenal dengan istilah “nongkrong”.

Berbagai restoran di sekitar komplek gereja ini menawarkan berbagai jenis makanan dari berbagai negara. Demikian pula dengan minuman khas berbagai negara mulai dari air mineral, anggur, hingga berbagai macam minuman alkohol lainnya yang disajikan dalam berbagai jenis dan rupa.

Selain berbagai jenis restoran dan tempat nongkrong, lahan di komplek gereja ini juga dipenuhi dengan berbagai pusat perbelanjaan seperti toko pakaian, sepatu, cindera mata yang bukan hanya pernak-pernik gereja, dan juga toko buku. Anda tentu akan merasakan perjalanan paket komplit yang menjadi one stop destination. Sebab di sana anda dapat menikmati wisata spiritual, pada saat yang sama anda juga dapat menikmati berbagai jenis makanan dan minuman, dan pastinya anda juga dapat membeli berbagai cindera mata untuk keluarga dan kerabat.

TERKAIT  Tumpal Simbolon, Sang Pembebas Desa Terisolir di Samosir

Di sisi lain, para pengusaha yang berada di lokasi Katedral ini juga ikut mempromosikan Katedral sebagai tujuan wisata religi. Tidak heran bila pengunjung bertanya tentang jadwal ibadah, ataupun spot menarik dari gereja ini, para pengusaha tersebut akan dengan senang hati menarasikan gereja ini kepada para pengunjung.

Dengan hal ini baik gereja maupun pengusaha menjalin sebuah simbiosis mutualisme. Pengusaha akan mendapat untung dengan ramainya orang yang berkunjung ke Katedral ini, sementara gereja juga mendapatkan keuntungan dengan sewa lahan yang dibayarkan oleh para pengusaha. Baik pihak gereja maupun pengusaha akhirnya menemukan pola win-win solution melalui pengelolaan bisnis yang profesional.

Anda juga akan merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke lokasi Katedral ini. Mulai pagi hingga malam hari, baik pihak gereja maupun pengusaha dibarengi dengan jasa keamanan dari kepolisian yang senantiasa berjaga sepanjang waktu.

Di balik itu semua, tempat nongkrong dan lahan usaha tersebut tidak mengurangi nuansa religi dari Katedral ini. Kita tetap bisa merasakan aura ke-agamaan dan keindahan Katedral ini di balik hiruk-pikuk pengunjung yang lalu-lalang.

Pihak gereja senantiasa menjadi rumah ibadah bagi siapapun yang ingin beribadah tanpa pernah mengintervensi kegiatan usaha di sekitarnya. Di sisi lain, para pengusaha di komplek Katedral ini juga akan tutup sementara waktu bila di gereja sedang berlangsung ibadah.

Katedral ini akhirnya membuktikan bahwa gereja mampu merevolusi dirinya untuk bukan sekedar menjadi destinasi wisata religi. Namun gereja juga mampu mengelola bisnis komersial dan membuat gereja yang kaya akan nilai sejarah ini menjadi pusat kuliner dan tempat nongkrong yang kekinian. Singkatnya, Katedral ini mampu menjadi salah satu penggerak roda perekonomian di provinsi Murcia melalui objek wisata religi, sekaligus menjadi salah satu pusat hiburan untuk turis lokal dan internasional.

Satu lagi yang tak kalah penting. Berkunjung kesini tidak dikenakan biaya apapun alias gratis. Sehingga siapapun yang berkunjung ke sini dapat berlama-lama menikmati keindahan Katedral ini secara gratis dan pastinya mengikuti protokol kesehatan.

 

Penulis  : Zen Siboro (Jurnalis warga yang tinggal di Spanyol)
Editor    : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU