spot_img

Menikmati Persawahan, Panggung Alam bagi Atraksi Petani

SIMALUNGUN – Perjalanan menuju Danau Toba atau tepatnya ke Kota Parapat dari Bandara Silangit tentunya tidak memakan waktu yang terlalu lama. Dalam situasi normal perjalanan dari Bandara Silangit menuju Parapat yang berjarak ± 80 KM dapat ditempuh selama 1,5 hingga 2 jam perjalanan. Namun bagi wisatawan yang berjiwa petualang, perjalanan dari Silangit ke Parapat bisa memakan waktu hingga 1 hari karena sepanjang jalan yang dilalui terdapat beberapa spot menarik yang menggoda untuk disinggahi.

Selain pantai di seputaran Balige, Laguboti, maupun Porsea, panorama persawahan di beberapa tempat sepanjang jalan yang dilalui, juga tak kalah menarik untuk dinikmati. Salah satunya persawahan yang berada di Girsang,  sebelum kota Parapat.

Persawahan ini kerap disinggahi orang-orang yang melintasi walau mungkin tidak direncanakan sebelumnya. Panorama persawahan ini memang cukup menggoda bagi siapa saja yang melihatnya terlebih jika ada aktifitas petani. Sawah seolah panggung alam dengan beragam atraksi petani sepanjang musim.

Saat musim mengolah lahan persawahan sebelum ditanami padi, aktifitas petani mulai dari mencangkul hingga membajak sawah pakai hand traktor tentu punya keasikan tersendiri bagi siapa saja yang melihatnya.

Aktifitas petani membajak sawah dengan menggunakan tenaga kerbau masih bisa dijumpai di persawahan ini. Suatu atraksi petani sawah yang sudah semakin langka.

Tak kalah menarik saat musim tanam, para petani yang didominasi perempuan bergerak mundur sambil menanam padi akan membuat penasaran bagi pelintas yang sebelumnya tidak pernah lihat cara petani menanam padi.

TERKAIT  Wapres RI Serukan Kebangkitan Rempah Indonesia dari Danau Toba

Saat tertentu akan ada anak kecil yang berjalan tertatih di pematang sawah sambil menggendong adeknya yang masih butuh ASI untuk diantar kepada ibunya yang sedang bekerja di sawah. Keberadaan sebuah dangau di tengah persawahan seolah menjadi saksi bisu akan indah dan damainya aktifitas para petani di perdesaan. Bahkan saat menjelang dan musim panen tiba, hamparan padi yang menguning di persawahan ini seolah mengisyaratkan terjaminnya kebutuhan pangan pak tani bersama keluarga selama satu tahun ke depan.

Saat memanen padi, giliran pak tani untuk mendominasi pekerjaan, mengarit padi. Ibu tani bersama anak gadis akan datang kemudian dengan membawa perbekalan. Aktifitas makan dan minum saat rehat yang berlangsung di pematang sawah kerap menjadi incaran para potografer yang kebetulan melintas.

Selepas panen, sebagian lahan persawahan akan ditanami jagung, dan sebahagian lagi menjadi kolam ikan. Artinya sepanjang musim, areal persawahan yang tepatnya berada di Girsang, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara ini tetap menggoda siapa saja yang melintasinya untuk sekedar singgah menikmati panorama yang tersedia. Menarik bukan?

Persawahan ini hanya berjarak sekitar ± 5 KM sebelum kota Parapat jika bro dan sista datang dari arah Bandara Silangit, letaknya berada di sisi jalan sebelah kanan.

 

Penulis     : Asmon Pardede
Editor        : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU