Samosir, NINNA.ID – Matahari pagi yang lembut menyinari Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Samosir. Di “Eni Salon,” suasana mulai ramai ketika seorang perempuan paruh baya, boru Situmorang, masuk dengan langkah mantap dan wajah penuh semangat.
“Eni, buatlah aku cantik hari ini! Keponakanku menikah, aku harus marsanggul yang rapi,” katanya dengan gaya khas Bataknya. Ia duduk di kursi salon sambil melepas selendang dari bahunya.
“Semalam aku mau keramas, tapi kuingat mau marsanggul. Makanya nggak jadi aku keramas supaya sanggulku nanti tahan lama dan tambah cantik,” lanjutnya sambil terkekeh.
Eni Sinaga tersenyum, sudah terbiasa dengan pelanggan yang penuh cerita. Ia mulai menyiapkan peralatan untuk menyanggul rambut boru Situmorang, memastikan setiap helai tertata sempurna.
Eni memulai usahanya pada 2011 dengan peralatan sederhana dan lokasi yang seadanya. Meski begitu, ia menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sekitar.
“Dulu saya cuma punya satu kursi dan satu hair dryer biasa. Tapi puji Tuhan, pelanggannya tetap setia,” katanya sembari melayani pelanggan lainnya.

Namun, hidup tak selalu mudah. Dengan tiga anak yang masih kecil, tanggung jawab mengurus kedua orang tua, dan kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat, Eni tahu ia perlu berbuat lebih.
“Saya sempat mikir, gimana caranya biar usaha ini bisa berkembang. Kalau cuma mengandalkan penghasilan suami, rasanya nggak cukup,” kenangnya.
Dukungan BRI Membuka Pintu Kesuksesan
Tahun 2020 menjadi titik balik. Ia memberanikan diri mengajukan pinjaman pertama ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp25 juta.
“Awalnya deg-degan juga. Takut nggak bisa bayar. Tapi saya pikir, kalau nggak dicoba, kapan lagi saya bisa maju?” ujar Eni dengan nada penuh semangat.
Dana itu ia gunakan untuk membeli peralatan seperti kursi hidrolik, catokan profesional, dan pengering rambut. Hasilnya? Usahanya semakin berkembang.
“Alat-alat ini bikin kerja saya lebih cepat dan hasilnya lebih bagus. Pelanggan makin suka,” ujarnya sambil menunjukkan kursi hidrolik barunya.
Tetangga Eni, boru Simamora, menceritakan bagaimana semangat Enny menginspirasi banyak orang di desa.
“Dia nggak pernah menyerah. Pagi-pagi sekali atau bahkan malam hari, kalau ada acara pesta, Eni selalu siap. Luar biasa sekali,” katanya sambil tersenyum.
Ia juga sering berbagi pengalaman kepada pelanggan yang bertanya bagaimana ia memulai usahanya.
“Kalau ada yang tanya, saya selalu bilang, yang penting berani. Jangan takut gagal. Mulailah dengan apa yang ada, nanti Tuhan bantu,” katanya suatu hari kepada seorang pelanggan yang tertarik membuka usaha kecil.

Mimpi yang Terus Berkembang
Pada Oktober 2024, Ia kembali membuat langkah besar dengan mengajukan pinjaman ketiga senilai Rp98 juta.
Kali ini, dana tersebut ia gunakan untuk membangun rumah baru di Hutauruk, Desa Simarmata, yang juga akan menjadi cabang kedua salonnya.
“Saya ingin anak-anak saya punya tempat tinggal yang lebih nyaman dan keluarga besar kami punya ruang yang lebih baik,” katanya sambil tersenyum.
Rumah baru ini bukan sekadar tempat tinggal. Baginya, itu adalah simbol dari mimpi-mimpinya yang terwujud—mimpi seorang ibu rumah tangga yang terus bekerja keras demi masa depan keluarganya.
Semangatnya yang pantang menyerah tak hanya mengubah kehidupan keluarganya, tetapi juga memberikan inspirasi bagi komunitasnya. Para tetangga sering memuji dedikasinya yang luar biasa.
“Dia tidak pernah menolak pekerjaan. Pagi-pagi sekali atau bahkan saat hari libur, dia tetap bersedia membantu acara pesta atau pernikahan. Semangatnya luar biasa,” ujar boru Simamora, salah satu tetangganya.
Dukungan BRI melalui program pinjaman mikro juga menjadi pilar penting dalam perjalanan Eni. Dengan bunga pinjaman yang sangat rendah—hanya 0,1 persen per bulan—ibu rumah tangga seperti Eni bisa berani bermimpi besar dan mewujudkannya.
Kisah Eni Sinaga adalah bukti bahwa kerja keras, perencanaan matang, dan dukungan finansial yang tepat dapat mengubah hidup seseorang. Bagi wanita yang memiliki tiga anak ini, BRI bukan sekadar bank, melainkan mitra yang membantu mewujudkan mimpinya.
“Saya ingin membuktikan bahwa ibu rumah tangga juga bisa sukses. Yang penting semangat, terus belajar, dan jangan takut mencoba,” pesan Eni.
Kini, bersama BRI, ia yakin bahwa masa depan cerah bukan lagi sekadar mimpi.
Di tangannya, salon kecil di Samosir ini telah menjadi bukti nyata bahwa ibu rumah tangga bisa menjadi motor penggerak ekonomi keluarga dan komunitasnya.
Penulis/Editor: Damayanti Sinaga



