spot_img

Mengintip Kelebihan Desa Wisata Huta Tinggi Samosir

SAMOSIR – Nama Desa Huta Tinggi, Kecamatan Ronggurni Huta, Kabupaten Samosir, meroket setelah ditetapkan sebagai salah satu desa penerima Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI), dan telah dikunjungi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, awal November lalu.

Mungkin ada yang penasaran, ada apa di Desa Hutatinggi tersebut, sehingga meraih sukses besar?

Berikut ini ada beberapa kelebihan desa itu sehingga patut dijadikan salah satu desa wisata di Indonesia, seperti pernah dijelaskan pengelola desa itu, Tetti Naibaho.

 

Luas desa ini 1.200 hektar. Dari Pelabuhan Ambarita ataupun Tomok, bisa ditempuh sekitar 1 jam perjalanan mobil.

Dari Pangururan, Ibu kota Samosir, tak jauh, hanya 15 menit. Warga di desa ini terbilang kompak dalam menata kehidupan mereka menyatu dengan alam.

Belakangan pemerintah pun hadir. Huta Tinggi pun ditetapkan menjadi desa wisata melalui Keputusan Bupati Samosir Nomor 372 Tahun 2019 tentang Penetapan Desa Wisata di Kabupaten Samosir.

Masyarakat kemudian terhimpun dalam kelompok sadar wisata. Kekompakan dan konsitensi warga menata hidup berbasis kearifan lokal di lumban yang hanya dihuni 20 KK itu, terus berlanjut.

Ada beberapa kelebihan. Pertama warga hidup dengan tatanan nilai dan filosofi budaya Batak Toba. Letak Huta Tinggi yang berhadapan dengan Pusuk Buhit, asal muasal Si Raja Batak, menginspirasi warga untuk terus hidup dengan nilai dan filosofi budaya Batak.

Kedua adalah kearifan lokal. Masyarakat sehari-harinya menggembalakan kerbau. Wisatawan atau pengunjung, akan dimanja dengan kegiatan memerah susu kerbau.

Biasanya pukul 06.00-07.00 WIB adalah saat terbaik memerah susu kerbau, karena air susunya banyak. Tak hanya itu, boleh juga mengolahnya menjadi makanan enak atau yang disebut dali ni horbo atau kerap dijuluki keju Batak. Juga ada di sana memasak masakan khas Batak yakni naniura atau sushi Batak.

Ketiga adalah bertani. Di Desa Huta Tinggi, wisatawan diajak untuk langsung memetik buah kopi, memetik sayuran hingga ikut bertanam padi di sawah, bertanam dan memetik jagung, dan komiditas pertanian lainnya.

Untuk bisa menikmati itu semua, wisatawan harus tinggal bersama masyarakat untuk beberapa hari. Ada homestay dari Rumah Adat Batak yang menjadi tempat tinggal bersama warga.

TERKAIT  Ada yang Penting dan Hilang di Bukit Holbung

Tinggal di rumah adat Batak (jabu/bagas bolon), adalah memiliki sensasi tersendiri. Wisatawan akan diajarkan arti dari setiap sisi rumah adat Batak, mulai dari tangga masuk, ruangan tanpa sekat, lantai bawah (atau disebut juga tumbara), bagian atap hingga corak, ukiran (gorga), serta warna yang terkandung.

“One day is Batak People” adalah salah satu paket wisata menarik yang kini bisa didapatkan lewat biro perjalanan.

Selain itu, wisatawan juga akan dihibur dengan pertunjukan budaya Batak, seperti manortor (tarian khas Batak), dan memainkan musik tradisional Batak, seperti gondang, sarune dan lain-lain. Bermain bersama anak-anak desa, juga tak kalah menarik.

Alasan lainnya adalah tentu karena keindahan hamparan alamnya. Jika naik ke arah atas dari desa ini, ada view menarik, tentu berlatarkan Danau Toba. Jika ke atasnya lagi, ada Danau Sidihoni, atau yang akrab disebut danau di atas danau.

“Jadi kami powernya adalah di kekompakan sadar wisata. Bagaimana kami mengelola tatacara kehidupan kami menarik para wisatawan,” ungkap Tetti Naibaho, Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Huta Tinggi.

Semakin lama, kata Tetti yang juga Kabid Seni dan Budaya Dinas Pariwisata Samosir itu, semakin banyak pihak yang tertarik mendukung Desa Wisata Huta Tinggi.

Selain Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut yang menjadikannya desa binaan, juga Pemerintah Pusat. Melalui Kementerian PUPR, dibangun homestay Rumah Batak. Tak hanya itu, PUPR juga membangun pompa air.

Kementerian Koperasi dan UKM, juga tak ketinggalan. Mereka membangun gedung sanggar multifungsi, yang kemudian menjadi sentra informasi dan kegiatan warga Kelompok Sadar Wisata.

Bahkan Astra Internasional juga hadir. Mereka turut mempersiapkan SDM warga mulai dari kursus hingga membantu peralatan pendukung yang semuanya bertujuan memahirkan warga berbahasa Inggris.

Alhasil dari semua upaya warga dan dukungan berbagai pihak, Desa Huta Tinggi telah menerima kunjungan wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara. Namun karena masih pandemi, pengunjung diwajibkan menerapkan protokol kesehatan.

 

Sumber   : medanbisnisdaily.com
Editor       : Mahadi Sitanggang

Artikel ini telah diterbitkan sebelumnya di :
https://medanbisnisdaily.com/news/online/read/2021/12/06/147097/mengenal_desa_wisata_huta_tinggi_samosir_the_small_is_power/

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU