spot_img

Mengenal Lebih Dekat Jejak Peradaban Batak Kuno

TOBA – Berbicara mengenai Kaldera Toba, tentu yang muncul dalam benak kita adalah tentang danau dengan panorama alamnya, serta fasilitas pendukung seperti hotel, pemandian, perahu dan sebagainya. Apalagi setelah Danau Toba ditetapkan sebagai Kawasan Super Prioritas Unggulan, industri pariwisata sedang bergeliat melalui pembenahan sejumlah spot-spot wisata baru di beberapa kawasan Kaldera Toba.

Selain alamnya yang terbentuk dari letusan super vulcano, Gunung Toba, sejarah peradaban masyarakat sekitar Danau Toba pada jaman dahulu ternyata cukup menarik minat wisatawan.

Beberapa pertanyaan yang kerap muncul terkait suku Batak sebelum era modernisasi, bahkan jauh sebelum berinteraksi dengan suku lain:bagaimana bentuk peralatan yang digunakan orang Batak kuno mengolah lahan persawahan, sebelum kehadiran cangkul seperti sekarang ini?

Jejak Peradaban 3
Berbagai jenis peralatan pertanian Batak kuno menjadi koleksi Museum Batak di Balige, Kabupaten Toba.(Foto:asmon)

Satu hal yang bisa terpecahkan, cara orang Batak kuno membuat tali pengikat. Sebelum tali nilon atau tali plastik dikenal, ternyata orang Batak bisa membuat tali dari ijuk yang dipintal dengan alat khusus.

Tali ijuk, bagian dari peradaban orang Batak yang masih bisa dikuti saat ini. Lalu bagaimana dengan jejak peradaban lain? Tidak mudah menelusuri dan menemukannya di sembarang tempat.

Beruntung ada seorang Letjen TNI (Purn) TB Silalahi yang mendirikan Museum Batak berisikan peninggalan Batak kuno. Di museum ini, jejak peradaban nenek moyang orang Batak tersimpan rapi.

Hampir semua benda-benda kuno leluhur Batak bisa dilihat di museum ini. Mulai dari sejarah kehidupan spiritual, benda yang digunakan sehari-hari bahkan sampai benda yang bersifat magis bisa kita lihat dipajang di museum ini.

TERKAIT  Mangelek Habonaran Ni Huta
Jejak Peradaban 2
Peralatan mengolah tanah pertanian Batak kuno, koleksi Museum Batak di Balige, Kabupaten Toba.(Foto:asmon)

Budaya literasi berupa Buku Pustaha Laklak, yakni buku yang terbuat dari kulit kayu dan dilipat dengan mode concertina  (seperti akordion) juga ada di museum ini. Buku ini sudah sangat langka dan banyak diburu para kolektor.

Konon buku ini berisikan ilmu-ilmu gaib, baik itu ilmu putih, ilmu hitam serta rahasia pengobatan tradisionil leluhur Batak, ada di buku pusaka ini.

Di sini masih tersimpan baik, Buli-buli (wadah penyimpan obat) Batak, yang sudah pasti sangat asing di telinga generasi sekarang. Wadah berdaya magis yang terbuat dari tanduk kambing gunung itu, masih bisa kita temui terpajang rapi di pintu masuk museum.

Untuk melengkapi data pendukung jejak peradaban itu, ada miniatur rumah adat dari seluruh puak Batak terpajang rapi di atas meja khusus.

Jejak Peradaban 1
Museum Batak di Balige Kabupaten Toba didirikan Letjen TNI (Purn) TB Silalahi.(Foto:asmon)

Di museum yang beralamat  di Jalan Pagar Batu No. 88 Balige Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara ini, juga terdapat Galeri Sisingamangaraja dan Galeri Perjuangan.

Masing-masing galeri menampilkan upaya perjuangan dalam menghadapi upaya infiltrasi Belanda ke kawasan Tapanuli.

Ternyata memang, berwisata ke kawasan Kaldera Toba itu masih kurang lengkap jika hanya menikmati panorama alamnya. Kekayaan budaya  masyarakat kawasan Kaldera Toba sama menariknya dengan keindahan panorama alamnya, bahkan mampu menggugah nalar.

 

Penulis  : Asmon Pardede
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU