spot_img

Mengasah Kemampuan Pemandu Wisata Kawasan Danau Toba

HUMBAHAS – Sebanyak 40 pramuwisata dari 8 Kabupaten Kawasan Danau Toba mengikuti acara upgrading/upskilling Training Pemandu Wisata Geopark Toba di Aula Hotel Ayola, Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan, Kamis (17/03/2022).

Jeritan hati terkait masa pandemi selama tahun 2020 hingga maret 2022, menyeruak di sela-sela kegiatan itu. Masa pandemi  seolah-olah masa yang menyeramkan yang dirasakan para pelaku pariwisata di Kawasan Danau Toba. Selama masa itu, kegiatan Upgrading/Skilling bagi pemandu sama sekali tidak ada, padahal upgrading sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan pelayanan jasa wisata yang lebih update dan kompeten.

Upgrade SDM Pemandu Wisata ini difasilitasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata, digelar selama 4 hari mulai tanggal 17-20 Maret 2022.

Direktur Wisata Alam, Budaya dan Buatan Kemenparekraf Alexander Reyaan dalam pengantarnya mengatakan, setelah Danau Toba ditetapkan pemerintah sebagai salah satu dari 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), ditambah adanya pengakuan dunia melalui UNESCO menjadikan Danau Toba sebagai Taman Bumi dunia atau Unesco Geopark Global Geopark (UGG), maka menjual potensi pariwisata Danau Toba sangat mudah.

Hanya dengan menawarkan pengalaman perjalanan, indra pendengaran (narasi story telling) tentunya melalui refreshing SDM (kompetensi) pemandu wisata, maka dapat memberikan informasi yang jelas dan tepat secara update bagi wisatawan

Menurut Alexander, keberhasilan sebuah destinasi wisata saat wisatawan dapat berkali-kali datang mengunjungi lokasi wisata tersebut. Maka diharapkan adanya story nomics  pendekatan pariwisata dan interpretasi.

TERKAIT  Bypass Balige Jadi Spot Wisata Baru di Toba

Direktur Standarisasi Kompetensi Deputi Bidang Sumber Daya Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Titin Lestari mengatakan, melalui upgrading/upskilling training, Pemandu Wisata Geopark Toba harus membangkitkan semangat dan sumber daya yang berkualitas untuk memberikan pelayanan yang maksimal berkualitas.

“Wisatawan akan memilih destinasi wisata yang aman, bersih, jauh dari keramaian memiliki kearifan lokal. Maka harus disiapkan berikut dengan SDM pemandunya. Selain itu harus mengikuti trend pariwisata dengan 3 strategi yaitu adaptasi, kolaborasi dan asosiasi, sehingga mendapatkan hasil yang baik melalui 4 AS (Kerja Keras, Kerja Ikhlas, Kerja Tuntas, dan kerja Cerdas),” ujarnya.

Pemandu wisata merupakan pekerja yang sangat menarik, sangat dibutuhkan oleh para wisatawan. Maka dengan pembekalan pengetahuan mengenai storytelling tentang Geopark Toba, para peserta nantinya harus mampu memberikan penjelasan terhadap wisatawan, dan mampu mengimprovisasi dalam bercerita tentang obyek wisata yang ada di Geopark Toba untuk membuat wisatawan betah dan berulang kembali datang ke Danau Toba.

Upskilling selama tiga hari bermaterikan teori dan praktik tentang pengembangan Pariwisata Geopark Toba, Etika Profesi Pemandu Wisata, Storytelling Pengalaman Wisata/Interpretasi, fotografi untuk media sosial dan menulis narasi untuk foto.

 

Penulis   : Ferindraha
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU