spot_img

Mengapa Disebut Danau Toba, bukan Danau Simalungun?

NINNA.ID – Membahas Danau Toba sebagai pariwisata sudah terlalu umum. Turunan pariwisata Danau Toba pun sudah banyak. Mulai dari alami, by desain, juga hibrida. Karena itu, kita akan mencoba membahas asal-usul penamaan Danau Toba.

Kita sudah tahu bersama. Setidaknya ada lima puak yang tinggal di tepian Danau Toba. Puak Toba, Simalungun, Karo, Dairi, Pakpak.

Namun, yang jadi pertanyaan kita: mengapa namanya Tao Toba? Mengapa bukan Tao Simalungun? Tao Karo? Tao Pakpak? Atau Tao Dairi? Apakah dulunya Karo itu orang Toba yang merantau? Orang Simalungun juga Toba yang berpetualang hingga ke Simalungun? Pun dengan puak lainnya. Maksudnya, mereka dulunya semuanya adalah puak Toba?

Sangat terbuka kebenaran untuk hal tersebut. Apalagi pernah ada penjajakan sederhana bahwa marga tertentu di Simalungun yang sama namanya dengan marga di Toba ternyata mayoritas berasal dari puak Toba.

Artinya, terbuka kemungkinan bahwa mereka berasal dari puak Toba. Jangan dulu tersinggung. Saya tak sedang membuat pengklaiman.

Kembali ke pertanyaan pokok: mengapa namanya Tao Toba? Padahal, ramai diketahui, ada banyak penamaan di Tao Toba. Itu persis seperti laut. Di dunia ini, laut hanya satu. Tapi, namanya beragam. Ada Samudera Hindia. Ada Samudera Pasifik. Ada Laut Banda. Ada Laut Jawa. Ada banyak lagi namanya.

Di Danau Toba, kita mengetahui nama Tao Silalahi, Tao Balige, Tao Bakara dan sebagainya. Namun, penamaan itu cenderung bersifat ke nama daerah geografis setempat, bukan nama puak, seperti Tao Toba. Karena itu, kembali kita bertanya: mengapa Toba? Apa arti toba selain sebagai sebuah nama suku?

Ternyata, beberapa artinya menyangkut tentang kebiasaan hidup di air. Martoba sering diartikan marsolu untuk mencari ikan. Martoba berarti dekat dengan arti sebagai nelayan. Jadi, lumayan masuk akal mengapa disebut sebagai Tao Toba. Apalagi arti identik juga ada. Toba, misalnya, diartikan sebagai mata air luas nan indah, besar dan luas.

Karena itu, Tao Toba berarti Tao dengan mata air luas nan indah. Namun, ada kata yang mungkin berlebihan. Sebab, Tao juga cenderung berarti telaga yang maha luas. Jadi, mungkinkah Tao Toba adalah telaga yang maha luas dengan mata air luas nan indah? Agak sedikit kurang logis, kecuali maksudnya adalah semata untuk saling menguatkan makna kata tertentu.

Walau begitu, kita bisa membuat tafsir baru. Tanah Batak disebut juga dengan Tapanuli. Tapanuli adalah dua gabungan kata: tapian dan uli. Tapian sering diartikan sebagai air. Makanya ada martapian. Tapian juga bisa artinya pantai. Ini berarti adalah tepian. Bahasa Batak lalu membuatnya menjadi kata “topi” untuk mengartikan kata pinggir. Pinggir danau misalnya menjadi tepi danau.

TERKAIT  Sipinsur Makin Indah, Datanglah!

Dari nama Tapanuli sebagai tapian na uli, kita bisa menebak bahwa Tanah Batak sangat mungkin berasal dari sebuah daerah dengan tepian danau yang indah dan maha luas. Karena itu, kita bisa membuat hipotesis logis bahwa seluruh puak Batak pada dasarnya berasal dari sekitaran tepian yang indah, yaitu di kawasan Danau Toba. Saya tak sedang mengatakan semua dari Pusuk Buhit.

Kita harus menempatkan Pusuk Buhit sebagai sebuah kesadaran baru. Pusuk Buhit artinya lebih pada tempat ritual, bukan pada tempat tinggal. Karena itu, meneliti usia Batak tak cukup hanya melihat dari Pusuk Buhit. Meneliti Batak, bahkan hingga pada Batak Sebelum Silsilah atau Batak Berburu hingga Batak Bertani, kita harus melihat usia tanah lahan bertanian.

Konon, puncak sebuah gunung di Lintong Ni Huta, Humbang Hasundutan sudah berumur 5.000 tahun. Artinya, sebelum Pusuk Buhit menjadi sentral ritual, kehidupan Batak Berburu atau Batak Sebelum Silsilah sudah ada dan eksis. Maksud saya mengetengahkan itu supaya kita mulai terinspirasi mengapa daerah kita disebut sebagai Tapanuli dan mengapa nama danaunya Tao Toba.

Memang, ada arti lain dari kata toba. Konon, Toba setelah diturunkan menjadi hatebaan ataupun hatobaan (sedikit memelintir Thompson Hs) juga berarti hatoban. Hatoban adalah budak. Falsafah Batak Silsilah menempatkan bahwa Batak pada dasarnya adalah anak dan Boru ni Raja. Jadi, jauh dari perbudakan (hatoban). Lalu, mungkinkah artinya Danau Toba berarti danau perbudakan?

Sangat menarik memang membahas Danau Toba, apalagi melacak mengapa namanya Danau Toba? Semakin menarik karena dalam catatan yang mungkin ilmiah, Danau Toba baru ditemukan pada tahun 1800-an oleh Franz Wilhelm Junghuhn. Sosok ini kebetulan ditugaskan kompeni Belanda dengan biaya besar untuk meneliti secara ilmiah keadaan lahan, flora dan fauna serta adat-istiadat.

Namun, siapa pun tahu, Danau Toba sudah sangat lama eksis. Ia bukan ada pada tahun 1800-an. Ia sudah ada setelah gunung berapi maha besar yang kini juga dinamai sebagai Gunung Toba meletus pada 80.000 an tahun yang lalu.

Tahun 1800-an hanya sebuah pertanda bahwa Danau Toba sudah mempunyai nama yang baru oleh orang luar. Tetapi, tetap pertanyaan kita kembali: mengapa namanya Tao Toba?

 

Penulis    : Riduan Pebriadi Situmorang
Editor        : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU