Mengantisipasi Lonjakan Wisatawan: Kemenpar Dorong Mitigasi Destinasi Jelang Lebaran 2025

BERSPONSOR

Jakarta, NINNA.ID – Libur Lebaran selalu menjadi momen puncak pergerakan wisatawan di Indonesia. Seiring dengan proyeksi 146 juta perjalanan yang diprediksi terjadi selama musim liburan tahun ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengimbau seluruh pelaku industri untuk menyiapkan langkah mitigasi guna menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kepadatan destinasi hingga potensi bencana alam.

Dalam pertemuan Media Backgrounder yang digelar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (26/3), Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Surat Imbauan terkait penilaian risiko di destinasi wisata, terutama di daerah rawan bencana.

“Kami telah menyiapkan risk assessment dan mengimbau pelaku industri serta pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan destinasi wisata menghadapi berbagai skenario, termasuk kepadatan pengunjung dan kondisi cuaca ekstrem,” ujar Hariyanto.

BERSPONSOR

Sinergi dengan BMKG dan BNPB

Untuk meningkatkan kesiapan, Kemenpar menggandeng BMKG dan BNPB guna memastikan informasi cuaca terkini dapat diakses oleh wisatawan dan pengelola destinasi melalui platform Sisparnas (Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional).

Melalui sistem ini, wisatawan dapat memperoleh informasi real-time mengenai kondisi cuaca di berbagai destinasi wisata.

“Kolaborasi ini memungkinkan wisatawan dan pengelola destinasi untuk lebih siap menghadapi kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu,” tambah Hariyanto.

Kemenpar juga memantau kesiapan daerah wisata melalui pendirian Tourist Information Center (TIC) yang sudah mulai aktif di beberapa lokasi seperti Yogyakarta dan Bintan.

Selain itu, Kemenpar turut berpartisipasi dalam Posko Angkutan Lebaran 2025 yang digagas oleh Kementerian Perhubungan bersama sejumlah kementerian dan BUMN terkait.

“Kami ingin memastikan wisatawan dapat merasakan pengalaman liburan yang aman dan nyaman, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke rumah,” ujar Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenpar, Fadjar Hutomo.

TERKAIT  Transformasi Terminal Ikan Paus Binjai: Kolaborasi Dishub Sumut dan UK PACT Ciptakan Ruang Publik Ramah Pejalan Kaki dan Transportasi Umum

Dengan rata-rata pengeluaran wisatawan domestik sebesar Rp2,57 juta per perjalanan, perputaran ekonomi selama musim libur Lebaran diperkirakan mencapai Rp375,2 triliun.

- Advertisement -

Oleh karena itu, kesiapan destinasi wisata tidak hanya berdampak pada kenyamanan wisatawan tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, aspek keamanan juga menjadi perhatian serius Kemenpar. Kasus-kasus seperti tenggelamnya kapal wisata di Labuan Bajo, Nusa Penida, dan Gili Trawangan menjadi sorotan.

Kemenpar terus meningkatkan standar keamanan wisata bahari dan memonitor layanan yang diberikan kepada wisatawan.

Seiring dengan tren digitalisasi, Kemenpar tengah mendorong implementasi Tourism 5.0 dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam promosi wisata.

Salah satu langkah konkritnya adalah pembaruan situs indonesia.travel, yang kini hadir dengan desain lebih imersif dan fitur yang lebih ramah pengguna.

“Dengan transformasi digital ini, kami ingin memberikan pengalaman eksplorasi destinasi yang lebih menarik dan informatif bagi wisatawan,” kata Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani.

Selain kesiapan destinasi, Kemenpar juga menyoroti isu-isu yang dapat mempengaruhi citra pariwisata, seperti pemasangan papan peringatan di Gunung Mas, Bogor, hingga ditemukannya ladang ganja di kawasan Taman Nasional Bromo.

Untuk menghadapi tantangan ini, Kemenpar berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna memastikan bahwa regulasi dan penegakan hukum berjalan selaras dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Dengan berbagai langkah strategis ini, diharapkan musim libur Lebaran 2025 dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan dampak positif bagi industri pariwisata dan perekonomian nasional. Kini, saatnya wisatawan menikmati perjalanan mereka dengan lebih aman dan nyaman!

Penulis: PRKemenpar
Editor: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU