spot_img

Melirik Peluang Usaha Jasa Kuliner di Kawasan Harian

NINNA.ID – SAMOSIR

Usaha jasa penyediaan kuliner di kawasan Harian, saat ini sangat dibutuhkan oleh pasar. Hal ini berangkat dari potensi pasar yang tentu berkaitan langsung dengan  semakin meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan yang terletak di sisi Barat Daya Danau Toba, akhir-akhir ini.

Ada beberapa faktor pengungkit mengapa peningkatan kunjungan wisatan ke kawasan Kecamatan Harian meningkat begitu drastis belakangan ini.  Kawasan Harian,  merupakan wilayah lintasan satu-satunya jalan pintu masuk bila jalur darat ke pulau Samosir. Itu membuat wilayah ini harus dilintasi oleh siapa saja yang hendak berkunjung atau hendak kembali dari kabupaten Samosir, bila memilih jalur darat (over land).

Kemudian , kecamatan yang diapit oleh dua wilayah kabupaten tetangga Samosir, seperti Kabupaten Humbahas dan Kabupaten Dairi, membuat wilayah ini memiliki potensi pengunjung dari kabupaten terdekat seperti, Tapauli Utara Tapanuli Tengah, Pakpak Bharat dan lain-lain.

Kemudian faktor lain yang berpengaruh penting mendorong meningkatnya kunjungan wisatawan ke daerah Harian adalah, karena di kawasan ini terdapat beberapa objek wisata ikonik Kabupaten Samosir, yang meniliki daya tarik menghipnotis pengunjung serta sudah viral di jagat maya. Mulai dari objek wisata Menara Pandang Tele, Air Terjun Efrata, Bukit Holbung dan yang terakhir mulai hits adalah objek wisata Bukit Sibeabea.

Sebagaimana data dan ekspos informasi yang diperoleh dari pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, bahwa sebelum masa pandemik corona, masing-masing objek wisata ini dikunjungi oleh tak kurang dari dua sampai tiga ribuan pengunjung tiap bulannya, dan bila dihitung, maka keempat objek wisata ini masing-masing dikunjungi oleh puluhan ribu wisatawan setiap tahunnnya.

Sejatinya potensi pasar inilah yang semestinya memicu tumbuhnya jasa usaha penyedia dan penjual kuliner nusantara di kawasan Harian. Sebagaimana pengamatan NINNA di objek wisata Menara Pandang Tele, Air Terjun Efrata dan Bukit Holbung beberapa hari yang lalu, bahwa ketersediaan kuliner sangat terbatas serta minim pilihan. Hampir semua menu yang ada masih terbatas pada menu-menu sederhana, atau  menu kemasan dan instan. Disemua objek wisata maupun di jalan lintasan antar objek wisata belum terlihat adanya jasa usaha wisata kuliner yang dapat memanjakan selera pengunjung.

TERKAIT  Roh – Pancaran Jiwa Dalam Diri Orang Batak Toba (XV-Habis)

“Eh, sulit kalinya mencari makanan yang enak khas Danau Toba di sini. Itu itu aja, indomie, nasi goreng, nggak adanya ikan bakar, atau naniura. Susah pun,” demikian Ahmad Sayuti, pengunjung dari kota Belawan menuturkan sedikit kekesalannya kepada NINNA.

Keadaan ini menunjukkan bahwa lonjakan peningkatan kunjungan wisatawan ke kawasan Harian, belum diikuti oleh pertumbuhan bisnis wisata kuliner. Pada hal potensi bisnis wisata kuliner tersebut sangat cukup dimiliki hampir setiap desa yang ada. Bahannya ada tersedia di Danau Toba misalkan untuk ikan bakar atau ikan arsik. Ternak dan peliharaan serta tanaman penduduk tersedia, misalkan untuk menu masakan ayam pinadar dan sayuran yang dikemas menjadi kuliner tradisional yang mengundang selera.

“Bukan hanya itu, landscape perkampungan dan rumah tradisional batak sangat menggoda mata pengunjung untuk dijadikan tempat usaha kuliner di sini” demikian ujar Giovani Siboro, seorang pemerhati pariwisata Samosir, ketika NINNA  minta tanggapan.

Informasi yang dihimpun NINNA, beberapa desa yang ada di kawasan Harian dan banyak di antara teritorialnya bersinggungan dengan pantai Danau Toba, telah mengukuhkan diri menjadi desa wisata. Tentunya status desa wisata ini dapat dijadikan faktor penguat munculnya bisnis kuliner di setiap desa yang ada.

Dengan status desa wisata tentunya menjadi jalan bagi Dinas Patiwisata Samosir bersama pemerintah desa, untuk bekerjasama menggarap skema bisnis wisata kuliner di  desa-desa yang ada di kawasan Harian. Boleh jadi itu melaui skema  Badan Usaha Milik Desa atau usaha kelompok atau usaha masyarakat

Mengikuti trend wisata kekinian, beragam penampilan dan tata kelola  usaha kuliner dapat kreasi di Harian, seperti rumah makan terapung, rumah makan di pinggiran sawah, menikmati makanan di Air Terjun, makan di bukit dan makan di pinggiran Danau Toba. Pastinya sangat menarik wisatawan, karena  usaha yang unik bila dipadukan dengan pelayanan yang baik akan menghasilkan peluang usaha menjanjikan. Promosi dengan penggunaan media sosial, dibantu pemerintah merupakan pilihan yang baik untuk dilaksanakan. Koki serta pramusaji dapat melibatkan masyarakat sekitar yang sudah barang tentu akan membuka lapangan kerja di desa.

 

Penulis      : Febe Adriella

Editor        : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU