Masih Ada Harapan Sekalipun Ekonomi Global Resesi

Masih ada harapan sekalipun ekonomi global resesi. Pemerintah optimis Indonesia dapat melewati tantangan dengan baik. Ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,3 persen pada 2023 saat ekonomi negara-negara lainnya melambat.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Forum Dialog Economic Outlook 2023 belum lama ini.

Pertumbuhan ekonomi akan sangat tergantung pada: Pertama, pengendalian pandemi secara disiplin, dukungan perbaikan sistem ketahanan kesehatan. Kedua, respons kebijakan ekonomi yang tepat termasuk fiskal dan moneter, guna memastikan proses pemulihan yang lebih kuat. Ketiga, reformasi Struktural yang mendorong efisiensi dan peningkatan produktivitas dalam rangka penciptaan lapangan kerja secara signifikan.

Optimisme tersebut pun dilatarbelakangi oleh membaiknya penanganan Covid-19 dan percepatan vaksinasi, peningkatan demand/konsumsi seiring dengan membaiknya indikator utama konsumsi, investasi, dan sektor eksternal, kenaikan harga komoditas global yakni kelapa sawit dan energi serta presidensi G20 Tahun 2022.

Menko Airlangga mengatakan pemerintah berupaya untuk menjalankan berbagai strategi guna mencapai target pertumbuhan ekonomi. Beberapa strategi tersebut di antaranya reformasi struktural Undang-Undang Cipta Kerja dan percepatan digitalisasi, pemberantasan kemiskinan ekstrem, hilirisasi industri berbasis prinsip ekonomi hijau, serta optimalisasi Lembaga Pengelola Investasi (LPI)/INA yang diarahkan ke sektor energi terbarukan.

Selain itu, deregulasi perizinan berusaha berbasis risiko (OSS-RBA) pun terus dilakukan guna menjadi game changer dalam mendorong peningkatan investasi.

TERKAIT  Ekspor Sumut Melambat di Tengah Memanasnya Perang Dagang

Pemerintah juga mendaftarkan 246 Bidang Usaha yang secara khusus akan didukung oleh pemerintah. Kriteria bidang usaha tersebut seperti program atau proyek strategis nasional, padat modal, padat karya, teknologi tinggi, industri pionir, orientasi ekspor, orientasi dalam kegiatan penelitian, pengembangan, dan inovasi.

Ancaman Resesi

BERSPONSOR

Secara keseluruhan ekonomi global diprediksi terancam resesi. Krisis biaya hidup, pengetatan kondisi keuangan, invasi Rusia ke Ukraina, dan pandemi Covid-19 yang berkepanjangan membebani prospek ekonomi kedepan, ungkap Menteri Airlangga Hartarto dalam Forum Dialog yang sama.

Ekonomi Global Resesi
Ekonomi Global Resesi (Foto: Illustrasi Fundnext)

Tahun ini, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global melambat dari 6,0 persen pada 2021 menjadi 3,2 persen pada 2022 dan 2,7 persen pada 2023, menurun 0,2 persen poin dibandingkan proyeksi sebelumnya. Inflasi global diperkirakan menjadi 8,8 persen pada tahun 2022.

Sejumlah negara mengalami perlambatan ekonomi pada Q2-2022 diantaranya AS dan Cina. Ekonomi Rusia dan Ukraina kontraksi akibat perang. Sementara itu, ekonomi Indonesia mampu meningkat dan bertahan diatas 5% selama 3 triwulan berturut-turut.

Permintaan global yang meningkat, disrupsi rantai pasok, melonjaknya harga pangan dan energi, serta perang Rusia-Ukraina mendorong kenaikan inflasi global dan pengetatan kebijakan moneter di berbagai negara.

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU