spot_img

Mari Mendukung Desa Wisata Tipang

NINNA.ID – Saya tak mengenal semuanya. Maksudnya, pasti banyak orang di balik keberhasilan Tipang sebagai Desa Wisata di Indonesia. Paling tidak, ada dukungan dari pemerintah dengan berbagai levelnya. Dimulai dari Pemkab melalui bupati. Turun selevel ke tingkat kedinasan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Humbang Hasundutan. Lalu ke pemerintah desa.

Di luar jalur itu, ada orang-orang militan. Di sinilah saya tak mengenalnya. Paling hanya Gomgom Lumbantoruan. Selebihnya masih anonim. Tetapi, peran mereka pasti luar biasa. Gomgom tak mungkin sendirian. Ia pasti punya tim solid dan tangguh. Maka, Tipang pun terpilih sebagai Desa Wisata se Indonesia.

Soal mengangkat nama Humbang, saya selalu bersetuju. Kita punya ambisi yang sama pada bidang masing-masing soal itu. Dari pariwisata. Dari pertanian. Dari kebudayaan. Dari literasi. Dari mana saja. Karena itu, kepada siswa-siswa saya, saya membagikan link Youtube Desa Wisata Tipang dan menyuruh mereka untuk saling membagikannya.

Tipang memang desa yang hebat. Ia punya banyak potensi. Budaya. Tradisi. Sejarah. Dan, masih banyak lagi.

Kian kemari, setelah kedatangan Pak Menteri Sandiaga Uno, Tipang makin berbenah. Spot foto makin dipermak. Tamasya pertanian makin ditingkatkan. Prewed sepertinya menjadi sesuatu yang menantang di sana.

Tipang memang tampil berbeda. Ia tidak seperti tetangganya, Bakara. Bakara tanah subur. Tetapi, di sana, warga bebas menanam apa saja. Kadang bawang. Kadang padi. Tak ada keserentakan. Di sana panen. Di sini baru mencangkul. Sementara Tipang terkesan kompak. Satu menanam, yang lain pun akan ikutan pula.

TERKAIT  Marcos Junior: Putra Batak yang Kini Jadi Presiden Filipina

Saya jadi teringat pada penelitian selama hampir sebulan di Bakara. Beberapa kali kami singgah dan mampir ke Desa Tipang. Tipang adalah desa yang potensial. Ada dua air terjun di sana. Ada air terjun Janji. Ada lagi Sipultak Hoda. Sipultak Hoda jauh lebih indah. Andai akses makin dibuka, niscaya Tipang akan makin di atas angin.

Intinya, Tipang adalah desa potensial. Gunungnya sedang dikebut sebagai lokasi pendakian. Tentu, tempat camping menjadi sesuatu yang asyik di sana sambil menunggu matahari terbenam atau matahari muncul. Dari puncak, bisa kita melihat Pulau Samosir. Dari atas, kita akan melihat hamparan sawah yang hijau. Dan, di kejauhan, kita akan melihat Pulau Simamora.

Pada hari anak nanti, kami dari Sanggar Maduma akan menampilkan Sendratari tentang Desa Tipang atas tantangan dari Tim PKK Humbang Hasundutan. Waktu latihan sangat terbatas. Terbatas sekali. Tetapi, kami tetap mencoba menampilkan dengan aura anak-anak. Satu semangat kami, kami ingin mengambil bagian sekecil apa pun itu.

Namanya sendratari. Ada kisah berupa gerak dan suara. Juga akting. Karena itu, saya menghubungi Gomgom Lumbantoruan. Saya menanyakan kisah terjadinya Desa Tipang. Kisah inilah yang akan kami angkat dalam gerak tari, serius, menghibur, juga edukatif. Selamat untuk Desa Tipang. Semoga semakin berkembang. Semoga punggawa di sana makin militan.

 

Penulis  : Riduan Pebriadi Situmorang
Editor     : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU