Marbilang Bilang Urur (Meratapi Nasib)

BERSPONSOR

NINNA.ID – Sebagai seorang Kristen kita mempercayai sebuah perkataan Tuhan yang tertulis dalam Alkitab. “Pekerjaan apa pun yang dicari seseorang, apa yang dilakukannya untuk mencari nafkah, berapa banyak kekayaan yang dikumpulkan dalam hidup ini tidak ditentukan oleh orang tua, talenta, daya, maupun ambisi seseorang, melainkan telah ditentukan terlebih dahulu oleh Sang Pencipta”.

Sehingga tidak seorang pun yang mengetahui bagaimana tentang masa depannya. Semuanya itu adalah rahasia sang Illahi. Dan yang uniknya lagi adalah, setiap manusia diberi oleh sang Pencipta pilihan untuk melakukan yang jahat dan melakukan yang baik dan mereka pun memiliki cara masing masing untuk melangsungkan hidupnya.

Maka tidak heran memang kita sering melihat di kota-kota besar banyak orang yang hidupnya di kolong jembatan, ada yang hidup mengamen. Ada hidupnya makelar tanah dan pekerjaan-pekerjaan lainnya yang semuanya itu adalah ujian untuk manusia yang pada akhirnya akan kita pertanggunjawabkan nanti di akhirat kelak.

Nah, katakanlah seseorang diberikan oleh Sang Pencipta kemudahan dalam hidup dengan gaya hidup yang lebih dari cukup dengan harta yang berlimpah. Dia memiliki harta benda tidak bergerak hingga benda bergerak tetapi ujiannya adalah Dia tidak memiliki anak atau garis keturunan.

BERSPONSOR

Dikisahkan ada seseorang yang hartanya juga cukup lumayan banyak namun anaknya cuma satu orang dan itu pun memiliki kekurangan mental yaitu idiot sehingga keturunannya pun dianggap tidak akan bisa menikmati harta orang tuanya.

TERKAIT  Atraksi Budaya atau  Tradisi Budaya Sigalegale?

Di suatu ketika sambil tiduran, si orang kaya ini lantas meratapi apa yang terjadi dengannya. Dalam benaknya dia bergumam, untuk apa saya orang kaya dan terpandang jika semua harta ini tidak bisa saya nikmati dan dinikmati oleh keturunanku.

Nah, kondisi inilah yang disebut dengan marbilang bilang urur. Ibarat ada sebuah makanan namun tidak ada yang memakannya dan juga sebaliknya ada orang yang mau makan namun tidak ada sesuatu apapun yang hendak bisa dimakan.

Marbilang bilang urur itu sendiri dalam literatur Batak mengandung arti meratapi nasib di masa lampau, masa sekarang dan masa yang akan datang.

BERSPONSOR

Ya begitulah perjalanan hidup manusia di dunia (portibi namangillas) ini yang penuh dengan suka dan duka. Maka melalui tulisan ini kita diingatkan agar senantiasa bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah kepada kita. Baik itu duka maupun suka karena kesemuanya itu merupakan rancangan Yang Maha Kuasa.

Oleh karena itu Kita hanya sebentar hidup di dunia ini. Untuk itu mari tetap berbuat yang terbaik kepada sesama. Tidak bisa membantu setidak jangan membebani. Tidak bisa menyenangkan orang jangan pula kita menyusahkannya.

 

Penulis : Aliman Tua Limbong
Editor   : Mahadi Sitanggang

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU