Mandukkit Hangalan, Keinginan yang Belum Tercapai

BERSPONSOR

NINNA.ID – Kalau tidak salah kami sudah pernah menulis tentang bagaimana perspektif suku Batak Toba dalam memandang waktu lahir seseorang, yang dikategorikan ke dalam pembagian waktu: sogot, pangului, hos, guling, bot.

Sama halnya dengan yang kita percayai sebagai seorang kristen, bahwasannya Tuhan sudah sudah punya rancangan untuk kehidupan kita masing. Artinya setiap insan memiliki nasib yang berbeda–beda.

Dan kita juga percaya selama di kandungan seorang Ibu, segala gerak-gerik dan tingkah laku yang muncul nantinya setelah lahir biasanya sudah dapat dibaca dari perlakuan si Ibunya.

Oleh karena itu sebisa mungkin, ketika seorang Ibu mengandung tidak boleh tertekan batin. Harus dihibur dan disemangati agar tetap sabar dalam menjalani anugerah yang diberikan oleh Sang Illahi ini kepadanya, karena tidak semua boleh merasakan seperti itu.

BERSPONSOR

Makanya tidak heran kalau segala permintaan seorang Ibu yang mngandung akan selalu dipenuhi, sepanjang memang masih dalam batas wajar dan bisa untuk dikabulkan. Ketika ada misalnya permintaan Si Ibu hamil tersebut tidak tersampaikan dipercaya akan mengakibatkan bayi tersebut sulit dilahirkan.

Dikisahkan ada satu keluarga yang sedang menunggu kelahiran dari buah hatinya, namun sang suami menduga ada yang tidak wajar karena sudah sangat lama waktunya dan istrinya belum juga melahirkan dan sudah sangat kesakitan pula.

Melihat hal itu dan karena sangkin bosannya juga, sang suami pergi untuk bertanya kepada orang pintar (datu). Dan memang benar dugaan sang suami. Dari penerawangan yang dilakukan oleh Tuan Datu, ada hal-hal atau keinginan-keinginan yang belum tersampaikan selama masa mengandung bayinya itu.

TERKAIT  Musik Tradisional Batak Menghentak Danau Toba

Setelah mengabulkan keinginan dari sang Ibu yang sempat tertunda itu, tidak lama kemudian Si Ibu pun melahirkan sang buah hati yang sudah dinanti mereka.

BERSPONSOR

Sungguh luar biasa memang seorang Ibu hamil dalam memperjuangkan bayinya dalam kandungan, Si Ibu acap kali tidak tenang tidurnya. Apalagi ketika Si Ibu hendak melahirkan (partus), hal itu benar-benar mempertaruhkan hidup dan mati seorang Ibu.

Menarik dan mistis memang tapi “It’s work, belive that”. Benda-benda atau keinginan-keinginan yang tidak tersampaikan kepada si Ibu yang mengandung itu pun bermacam-macam. Pada umumnya adalah makanan. Akan tetapi ada keinginan itu berupa barang, benda mati ataupun benda hidup. Dipercaya, hal itu juga tergantung permintaan dari si bayi. Hal itulah yang disebut dengan Hangalan.

Kemudian suku Batak juga meyakini, selain keinginan seorang Ibu yang tidak tersampaikan ketika mengandung seorang bayi sehingga menyulitkan proses melahirkan, mereka juga percaya ketika seorang laki-laki ataupun perempuan yang sulit untuk menemukan jodohnya karena sudah cukup umur dapat juga disebut Hangalan.

Dikatakan demikian karena setelah bertanya kepada datu, akan disarankan agar pergi ke Aek Pohon-pohonan, atau bisa juga disarankan harus pergi memberi makan tulangnya (pasangap tulang), bisa juga akan disarankan harus menerima suapan makan dari Ibunya (meme na sian Dainang pangitubu).

- Advertisement -

Bahkan ada juga yang harus diberi sebuah cincin, kalung dan juga sebuah ulos yang diyakini memang hal itu adalah sebuah Hangalan yang tidak tersampikan melalu mulut tetapi Roh (tondi) kita menginginkannya.

Penulis : Aliman Tua Limbong
Editor   : Mahadi Sitanggang

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU