spot_img

GONDANG HASAPI

Makna Gondang Dalam Budaya Batak (VI)

NINNA.ID – Selain Gondang Sabangunan, Batak Toba memiliki  alat musik tradisional yang dikenal dengan Hasapi (kecapi), seperti yang pernah diterangkan pada tulisan sebelumnya. Di zamannya, musik kecapi yang dimainkan bersama perangkat dalam suatu acara seremoni disebut Gondang Hasapi.

Dalam praktiknya, setiap Gondang Hasapi selalu menyediakan sesajen dengan beberapa komponen lainnya. Kemudian para Datu Martonggo (merapalkan doa-doa) kepada Mulajadi Nabolon (Tuhan dalam konsep kepercayaan suku Batak kuno), lalu acara Manjujur diserahkan kepada Pande Namalo (Pargonsi). Pada masa itu musik yang dimainkan Hanya Kecapi bersama Sarune Etek (serunai kecil).

Seiring berjalannya waktu digabung dengan Garantung dan Seruling. Pada masa itu, percaya atau tidak, Gondang Hasapi mampu mendatangkan roh leluhur yang melaksanakan hajatan.

Belakangan, setelah Gondang Sabangunan muncul,masyarakat Batak Toba sudah jarang memakai Gondang Hasapi untuk memanggil roh. Dampaknya, perlahan generasi Batak Toba mulai jarang mengenal Gondang Hasapi.

TERKAIT  Ritual Meminta Hujan Turun pada Suku Batak

Seiring perkembangan musik, masuklah alat musik modern seperti keyboard yang mendapat tempat di hati banyak orang. Dan beruntungnya, keyboard ini sangat matching dikolaborasikan dengan suara alat musik tradisional Batak, sehingga tetap terjaga sampai sekarang. Termasuk dapat menjaga makna Gondang Hasapi agar tidak terlupakan.

Namun ada perbedaan yang perlu dijelaskan dalam penggabungan alat musik ini. Ketika Kecapi digabung  dengan keyboard, disebutlah itu musik. Jika tidak memakai Keyboard, murni Gondang Hasapi, maka mereka adalah Pande Namalo (Pargonsi).

Pemisahan makna instrumen ini berkaitan dengan makna dari operator alat musik itu. Operator keyboard disebut pemusik (parmusik) sementara, operator Gondang Hasapi disebut Pargonsi. Sebab status Pargonsi memiliki makna yang sangat tinggi dalam pelaksanaan budaya Batak sebagai Sipatorus Alualu tu Omputta Mulajadi Nabolon (Si penyampai pesan kepada Tuhan)

 

Penulis    : Aliman Tua Limbong
Editor       : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU