spot_img

Mencari Jejak Dinasti Sisingamangaraja

Makam Dirahasiakan dan Sisingamangaraja Seorang Penjudi?

HUMBAHAS – Balai Arkeologi Sumatera Utara masih terus melakukan penggalian dan penelusuran jejak-jejak Dinasti Sisingamangaraja, di Kabupaten Humbang Hasunduta. Ada banyak hal mengejutkan disampaikan tim itu, seperti penggalan catatan seorang anggota tim, Riduan Pebriadi Situmorang di bawah ini.

Kehidupan ternyata tak soal bagaimana kita melihat, bagaimana mendengar. Kehidupan juga harus menggali, menggali, dan menggali. Apa menurutmu melihat Sarkofagus maka kamu sudah bisa melihat kehidupan di masa lalu? Apa menurutmu mendengar seorang nenek, maka kamu mengerti masa lalu? Hidup tak sebatas mata dan telinga. Hidup lebih dari panca indra.

“Di sana dulu tempat penjudian Sisingamangaraja,” kata seseorang kepada kami. Aku berontak. Sisingamangaraja bukan penjudi. Ia agung. Ia tak seperti para ayah yang sibuk di Lapo tuak untuk berjudi saat sang ibu sedang bersusah payah di ladang.

Tetapi, apakah berjudi jahat? Bagaimana kalau ia berjudi untuk membayar utang orang lemah? Bukankah kita punya kata doa yang magis: parjuji monang?

Menggali di Baktiraja ini membuatku semakin paham bahwa banyak yang harus dipahami di tengah banyak yang tak dipahami. Kata seseorang, menduduki posisi sebagai Raja Sisingamangaraja tidak selalu aman-aman saja. Ada yang terusir. Ada yang harus keluar dari Bakara. Aku menolak untuk percaya karena tak mungkin sekejam itu. Tetapi, kebenaran bukan soal kita percaya atau tidak bukan?

Karena itu, ketika nenek berumur 90-99 tahun itu memberi resep untuk berumur tua adalah makan ubi bakar atau makan sehat, saya tak percaya. Sama sekali tak percaya. Tetapi, ketidakpercayaan saya sudah terjawab dengan kenyataan bahwa mereka berumur tua bukan?

Oh, iya, saya punya jawaban dari seseorang yang cukup realistis tentang di mana makam SM Raja I-IX?

“Dulu, kematian raja adalah kesedihan. Karena itu, kita tak bisa bersedih sehingga ia harus dimakamkan sembunyi-sembunyi dan tak ada orang tahu. Makam juga disembunyikan supaya tidak dimanfaatkan ilmu sihir,” katanya.

Mungkin, kamu tak percaya. Aku juga. Tetapi, ini bukan soal percaya tak percaya bukan?

Kami mencoba mencari posisi Sanggapati dan bekas area berjudi Sisingamangaraja di Sibuntuon.

Judi permainan anak raja pada zaman dahulu, sekaligus mencermati siasat musuh. Jadi bukan seperti permainan judi saat ini yang dapat terkait dengan perizinan, hukum, dan polisi.

Parjuji talu atau pemain judi yang selalu kalah dapat diperkirakan menjadi teman Sisingamangaraja selain melepaskan hutang orang lain, yang terpasung, dan budak.

Kami juga mencoba ke sarkofakus Ompu Laguboti Manullang di dekat penginapan kami. Sepeda motor parkir di pematang sawah/ladang, kemudian berjalan melewati tanaman menuju lokasi sarkofagus. (Bagian catatan pejalanan Riduan Pebriadi Situmorang yang terlibat dalam Tim Balai Arkeologi Sumatera Utara dalam mencari jejak Dinasti Sisingamangaraja)

Editor : Mahadi Sitanggang

TERKAIT  Sarkofagus Raja Ijulu, Makam Orang Sakti Bernilai Sejarah

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU