spot_img

Mahasiswa UGM Riset di Samosir, Nginapnya di Homestay

SAMOSIR –  Sore itu, aku berjumpa dengan salah seorang pengelola Homestay Desa Sitohang bernama Boyan Sitohang. Setelah berkenalan dan begitu dengar ada rombongan anak UGM sedang menginap di Homestay Desa Sitohang, lantas aku segera menjumpai mahasiswa-mahasiswa tersebut, Jumat (08/07/2022).

Setelah berkenalan dan mengetahui maksud tujuanku, aku dipersilahkan masuk Homestay Rumah Bolon di Desa Sitohang Kecamatan Pangururan. Mulailah kami berkenalan satu per satu.

Adalah Lutfi Syahwa, mahasiswi Jurusan Pariwisata. Dia menjelaskan dasar memilih Samosir karena ada permintaan dari Pemkab Samosir kepada Kampus UGM untuk menganjurkan mahasiswa riset di Samosir.

Lantas memilih Homestay Lumban Sitohang karena rekomendasi salah seorang temannya yang pernah tinggal di desa itu. Ia sempat survei terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk memilih homestay tersebut. Riset mereka di Samosir berdurasi hampir 3 bulan di desa ini.

Agar dapat menekan biaya hidup mereka selama di Samosir, mereka gabung menjadi 2 grup yakni grup perempuan dan grup laki-laki. Dengan demikian, mereka hanya memesan 2 rumah homestay.

Di dalam homestay Rumah Bolon ini terdapat 6 tempat tidur yang berjejer. Untuk kebutuhan makanan mereka sehari-hari, mereka memercayakan pengelola homestay menyediakannya.

Dua Grup Berbagai Jurusan Satu Tujuan
Lutfi jurusan pariwisata akan berkonsentrasi membuat konsep penataan pantai yang lokasinya tidak jauh dari desa tersebut. Konsep yang dia buat diharapkan akan digunakan sebagai pedoman pengembangan pantai di desa tersebut.

“Dapat masukan dari Kepala Desa untuk buat konsep penataan pantai. Makanya Lutfi ingin merancang idenya,” jelas Lutfi.

Mahasiswa lain yakni Rizal, Jurusan Teknologi Informasi, membangun website Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan. Website tersebut nantinya memungkinkan bagi para pengunjung untuk memesan homestay di desa tersebut. Selain itu, ada fitur-fitur lain di website yang membantu para pengunjung mengetahui apa saja yang ada di Desa Wisata Lumban Suhi-Suhi Toruan.

TERKAIT  Jurnalis Ninna, Juara Lomba Karya Tulis Jurnalistik BI

“Aku sudah buat nama websitenya lumbansuhitoruan.com. Nanti ada kawan yang bantu untuk isi kontennya. Konten yang ada saat ini itu template bawaan. Kami akan ganti,” ujar Rizal

Demikian beberapa mahasiswa lain yakni Kenzo Jurusan Teknik, Yuda dan Yaya Jurusan Agro, Iqbal Jurusan Statistika, Olivia Jurusan Manajemen, Fazilla Jurusan Gizi dan Kesehatan, Bella Jurusan Hukum, Puan Jurusan Kedokteran Hewan dan Ella Jurusan Gigi. Semua mereka mengangkat kasus penelitian di Samosir, khususnya di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan.

Tanggapan Mereka tentang Samosir
Mahasiswa-mahasiswa ini mengaku menyukai Samosir. Salah satu dari mereka, khususnya menyukai Desa Lumban Manik. Menurutnya lanskap desa ditambah pantai dengan latar Gunung Pusik Buhit membuat suasana desa itu menarik.

Akan tetapi, kesibukan dan fokus utama mereka terhadap tugas riset selama di Samosir membuat mereka belum sempat mengunjungi berbagai tempat eksotis di pulau ini.

Saat ditanya sejumlah lokasi menarik, mereka mengaku belum punya kesempatan untuk mengunjunginya. Hal ini juga dikarenakan keterbatasan transportasi dan biaya. Tapi mereka berharap kelak dapat menyempatkan langkah mereka ke sejumlah tempat menarik di Samosir.

Selama hari-hari mereka berada di Lumban Sitohang, mereka mengaku disambut dengan baik oleh warga lokal. Awalnya mereka merasa culture shock. Tetapi secara keseluruhan mereka merasa diterima dengan baik oleh masyarakat.

“Begitu tiba, dengar logat dan bahasa orang-orang di sini beda. Suaranya besar dan keras. Itu buat kaget. Selain itu, di Yogya-kan biasa orang santun dalam berkendaraan. Kalau di sini, orang sesuka hatinya nyelip dan saling mendahului. Itu pun bikin kami kaget,” jelas Lutfi menerangkan salah satu yang buat mereka kaget dengan kebiasaan orang-orang di Samosir.

 

Penulis   : Damayanti Sinaga
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU