NINNA.ID-Lima negara tujuan utama ekspor karet Indonesia antara lain Amerika Serikat, Jepang, China, India, dan Korea, ungkap Publikasi Statistik Karet Indonesia.
Volume ekspor ke Amerika Serikat mencapai 547,71 ribu ton atau 23,46 persen dari total volume ekspor karet alam Indonesia dengan nilai US$ 942,82 juta.
Peringkat kedua adalah Jepang, dengan volume ekspor sebesar 487,85 ribu ton atau 20,9 persen dari total volume karet alam Indonesia dengan nilai US$ 842,95 juta.
Peringkat ketiga adalah China, dengan volume ekspor sebesar 174,72 ribu ton atau 7,48 persen dari total volume ekspor karet alam Indonesia dengan nilai US$ 301,59 juta.
Peringkat keempat adalah India dengan volume ekspor 174,35 ribu ton atau sekitar 7,47 persen dari total volume ekspor karet alam Indonesia dengan nilai US$ 299,22 juta.
Peringkat kelima adalah Korea dengan volume ekspor 141,92 ribu ton atau 6,08 persen dari total volume ekspor karet alam dengan nilai US$ 239,18 juta.

Tujuan Ekspor Karet Sintesis
Perkembangan ekspor karet sintetis pada 2021, urutan volume ekspor karet sintetis adalah Other SBR and XSBR2 (HS 4002 199000) sebesar 50,27 persen, Styrene-butadiene rubber in latex form (HS 4002 1100) sebesar 23,91 persen, dan Mixtures of Natural Rubber (HS 4002 8000) sebesar 14,92 persen dari total ekspor.
Total ekspor karet sintetis sepuluh tahun terakhir cenderung berfluktuasi, berkisar antara -46,76 persen sampai dengan 231,57 persen.
Pada tahun 2012 total volume ekspor mencapai 33,82 ribu ton dengan total nilai sebesar US$ 61,5 juta, meningkat menjadi 161,62 ribu ton pada tahun 2021 dengan total nilai sebesar US$ 240,64 juta.
Produksi karet sintetis Indonesia sebagian besar diekspor ke mancanegara dan sisanya dipasarkan di dalam negeri. Ekspor karet sintetis Indonesia menjangkau lima benua yaitu Asia, Afrika, Australia, Amerika, dan Eropa dengan pangsa utama di Asia.
Pada 2021, lima besar negara pengimpor karet sintetis Indonesia adalah China, Australia, Thailand, Spanyol, dan Belanda.
Volume ekspor ke China mencapai 45,89 ribu ton atau 28,4 persen dari total volume ekspor karet sintetis Indonesia dengan nilai US$ 78,22 juta.
Peringkat kedua adalah Australia, dengan volume ekspor sebesar 17,24 ribu ton atau 10,66 persen dari total volume karet sintetis Indonesia dengan nilai US$ 14,52 juta.
Peringkat ketiga adalah Thailand, dengan volume ekspor sebesar 17,19 ribu ton atau 10,64 persen dari total volume ekspor karet sintetis Indonesia dengan nilai US$ 29,64 juta.
Peringkat keempat adalah Spanyol dengan volume ekspor 16,11 ribu ton atau sekitar 9,97 persen dari total volume ekspor karet sintetis Indonesia dengan nilai US$ 24,18 juta.
Peringkat kelima adalah Belanda dengan volume ekspor 8,63 ribu ton atau 5,34 persen dari total volume ekspor karet sintetis dengan nilai US$ 13,09 juta.



