Libur Idul Adha? Yuk, Pulang Kampung ke Parapat dan Ajibata, Nikmati Manisnya Mangga Udang!

BERSPONSOR

Parapat, NINNA.ID— Lagi musim libur Idul Adha, nih! Bagaimana kalau liburan kali ini dihabiskan pulang kampung sambil bernostalgia sama manisnya mangga udang Parapat yang legendaris?

Udara di Parapat dan Ajibata cukup sejuk di masa musim kemarau, cocok buat melepas rindu sama kampung halaman. Apalagi, ini pas banget sama musim panen mangga di Kawasan Danau Toba.

Mangga udang yang terkenal legit-manis itu sudah mulai dijajakan di sepanjang jalan Parapat, menggoda banget buat dicicipi.

Walau katanya “Mangga Parapat,” sebenarnya buah ini banyak didatangkan dari Samosir, Muara, dan Haranggaol. Tapi di sinilah, di Parapat, aroma manisnya selalu bikin siapa saja yang lewat pengen berhenti dan beli.

“Kalau lewat Parapat, warna kuning cerah mangga ini kayak manggil-manggil,” kata Aing, salah satu pengunjung asal Medan yang langsung beli tiga kilogram buat oleh-oleh.

TERKAIT  Workshop KaTa Kreatif 2024 Memasuki Tahun Keempat

“Nggak perlu dikupas, langsung cuci terus diemut, manisnya langsung keluar,” tambahnya sambil ketawa.

Buat yang belum tahu, mangga udang Parapat ini kecil-kecil imut, bentuknya agak melengkung kayak udang.

mangga Legenda
Mangga Parapat setiap hari dijajakan di pinggir jalan Kota Parapat.(Foto:ferindra)

Kulitnya kuning mengkilap, rasanya manis banget, nggak sepet sama sekali. Cocok banget buat cemilan jalan-jalan di tepi Danau Toba sambil menikmati pemandangan.

Selain bisa beli mangga langsung di keranjang pedagang, kalian juga bisa nyobain tester gratis. Pedagangnya ramah-ramah, nggak pelit buat kasih tester dan pastikan timbangannya pas. Jadi, belanja di sini nggak bikin khawatir.

MUSIM MANGGA
Warga Sipolha Simalungun, tak jauh dari Kota Parapat, menajajakan mangga di pinggir jalan. Menjadi penjual mangga merupakan karier musiman bagi sebagian warga di Kawasan Danau Toba (foto: Damayanti)

Libur Idul Adha ini, yuk pulang kampung! Nikmati lagi kenangan masa kecil—masa-masa manjat pohon mangga, nunggu mangga jatuh, dan makan rame-rame bareng keluarga.

Penulis/Editor: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU