spot_img

Lezatnya Rujak Nanas Hutan di Parhonasan – Daihonas

DAIRI – Tempat wisata Parhonasan –Daihonas yang terletak di Jalan Sidikalang-Parongil Desa Lumban Sihite (Sempung), Kecamatan Lae Parira, wajib anda kunjungi bila anda sedang traveling ke Kabupaten Dairi Sumatera Utara. Selain menawarkan keindahan alam pegunungan dan pedesaan yang asyik buat spot berfoto, anda juga dapat menikmati lezatnya rujak nanas yang dipetik langsung dari kebun.

Setiap hari libur agrowisata wisata milik Paiyan Manihuruk yang berjarak sekira 18 kilometer dari kota Sidikalang ini, selalu ramai didatangi pengunjung, baik itu warga sekitar Dairi maupun luar daerah. Tempat ini juga kerap disinggahi pengendara yang kebetulan sedang melintas untuk melepas lelah, karena di sini juga tersedia pondok-pondok untuk bersantai yang dikelilingi tanaman nanas.

Walau resep rujak nanas ala rumahan yang disajikan terbilang  sederhana, tetapi rasanya cukup lezat.  Sensasi rasa pedas, asin dan manis membuat lidah tak ingin berhenti bergoyang. Pengunjung yang datang bisa memilih dan memetik langsung buah nanas yang akan dibuat rujak.

“Untuk satu porsi rujak nanas yang kami jual harganya bervariasi, kalau buah nanas yang sedang dibandrol Rp 18.000 dan yang besar Rp 23.000,” kata Ema Susanti boru Silalahi istri Paiyan Manihuruk, kepada NINNA.ID, baru-baru ini.

Disebutkannya, resep rujak nanas yang disajikan hanya menggunakan tiga jenis bumbu dapur, yakni cabe kecil, garam dapur dan kecap manis. Cabe dan garam dilumatkan dengan gilingan batu, agar rasanya enak dan tidak pahit.

“Kami juga menyediakan menu makanan dan minuman berupa, mie instan makanan ringan, teh manis, kopi dan minuman lainnya yang harganya cukup terjangkau,“ sebut ibu empat anak ini.

TERKAIT  Rondang, Popcorn Batak Pelintas Zaman

Boru Silalahi juga menyebutkan, kalau usaha yang mereka kelola sudah berjalan lebih 30 tahun. Dulunya, sebelum ditanami nanas, tempat wisata ini ditanami tebu. Namun, karena kurang peminatnya, oleh mertua diganti dengan tanaman nanas.

“Bibit nanasnya pertama kali diambil dari hutan kemudian dikembangkan hingga banyak seperti sekarang ini,” terangnya.

 

 

Penulis   : Fajar Gunawan
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU