spot_img

Lamun-lamun, Strawberry dari Tanah Batak

HUMBAHASBuah dari tumbuhan semak ini, Lamun-lamun, masih belum begitu dikenal banyak orang. Rasanya manis dan masam. Di Kabupaten Humbang Hasundutan, buah mungil berwarna orange menjadi ciri Lamun-lamun. Warga setempat menggolongkannya sebagai strawberry hutan.

Tumbuhan ini biasa ditemui di dataran tinggi ± 1400 mdpl. Kali ini NINNA menemukannya di salah satu desa yaitu Desa Parsingguran I, Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan. Lebih tepatnya di perkampungan Silang Hubuk.

Lamun-lamun atau strawberry hutan ini menjadi salah satu yang dicari oleh anak-anak saat menggembalakan kerbau (marmahan horbo) atau yang menyabit rumput (manabi duhut) untuk makanan ternak di kandang.

Setelah menambatkan kerbau di tempat yang banyak rumput, saatnya berburu lamun-lamun. Jika dirasa sudah cukup dinikmati, lamun-lamun yang tersisa menjadi  pertaruhan, dengan berlomba tercepat menyabit rumput satu karung. Pemenangnya, berhak atas semua lamun-lamun yang telah terkumpul.

Lamun-lamun atau strawberry hutan ini juga sering dijadikan lalapan karena memiliki rasa campuran manis, masam dan pahit jika belum matang maksimal, sehingga merangsang lidah menjadil lebih lahap saat makan. Warga setempat memercayai, kandungan vitamin c dalam buah lamun-lamun cukup tinggi.

strawberry hutan
Tumbuhan semak buah lamun-lamun di Kabupaten Humbang Hasundutan.(Foto:Joe Marbun)

Warga di Desa Silang Hubuk juga yakin, lamun-lamun adalah buah dengan banyak khasiat. Sayangnya, sekarang ini mencari lamun-lamun yang tumbuh liar di semak semakin sulit. Banyaknya penebangan hutan secara liar ataupun pembangunan infrastruktur, diduga berperan dengan semakin langkanya jenis tumbuhan semak ini.

TERKAIT  Utte Tea, Perasan Jeruk  Purut Penghalau Lelah yang Berkarat

Beruntunglah, di Desa Silang Hubuk itu ada Oppung Lastorang.  Kakek ini menyadari pentingnya melestarikan lamun-lamun dari kepunahan.

Oppung Lastorang memang dikenal di desa itu sebagai seorang petani yang gemar melestarikan tanaman-tanaman unik. Lamun-lamun sudah dibudidayakan di lahan, tepat di belakang rumahnya, selama satu tahun terakhir.

Jika ingin mencicipi rasa strawberrry hutan dari tanah Batak ini, silahkan datang berkunjung ke rumah Oppung Lastorang. Tidak usah khawatir, si oppung dengan senang hati memberikan dengan gratis karena lamun-lamun hasil budidayanya tidak untuk dijual. Wah, kapan lagi mencicipi lamun-lamun, gratis lagi. Yuk, kita ke rumah Oppung Lastorang.

 

Penulis      : Joe Marbun
Editor        : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU