NINNA.ID – Di Indonesia kalajengking merupakan serangga yang biasa terlihat. Sebagian anak bahkan menjadikan kalajengking menjadi mainan mereka. Padahal, di sejumlah negara, serang berkaki delapan (arachnida) ini begitu ditakuti.
Selain cirinya berkaki delapan, serangga ini memiliki sepasang capit depan dan ekor yang fleksibel. Iklim kering sangat disukainya.
Memiliki dua kelenjar bisa (racun) di ujung ekornya. Inilah salah satu pertahanannya dari ancaraman musuh atau predator.
Sengat di ujung ekornya akan spontan mengarah saat merasa terancam. Saat itulah dia akan menggunakan sengatnya untuk menyuntikkan racunnya.
Banyak yang mengira, itu adalah gigitan, padahal itu adalah sengatan. Dalam kebanyakan kasus, sengatan menyebabkan rasa sakit, tetapi tidak berbahaya.
Dari sekitar 1.500 spesies kalajengking di dunia, ada 30 spesies yang memiliki sengatan berbahaya.
Sengatan kalajengking yang tidak berbahaya hanya membuat kulit terlihat merah dan sedikit bengkak. Kebanyakan sengatan hanya menyebabkan rasa sakit di sekitar area yang tersengat.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama saat disengat kalajengking,
1. Bersihkan tempat sengatan dengan sabun dan air.
2. Kompres area yang disengat dengan es.
3. Tinggikan area yang disengat sejajar dengan jantung.
4. Gunakan antihistamin atau kortikosteroid pada area yang disengat.
5. Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti asetaminofen untuk mengurangi rasa sakit.
Gejala sengatan kalajengking berikut: – Sulit bernapas, Kesulitan menelan. Lidah tebal, air liur berlebihan, dan ngiler.
Bicara tidak jelas, Gelisah, Kejang, Bola mata bergerak memutar, Kedutan otot (mioklonus).
Detak jantung tidak teratur (aritmia), Tekanan darah tinggi (hipertensi), Mati rasa di seluruh tubuh Anda dan Sakit perut.
Jika Anda tidak yakin jenis kalajengking apa yang menyengat Anda atau Anda mengalami gejala reaksi alergi, segera cari bantuan medis.
Kesulitan bernapas, pembengkakan ekstrem, muntah, dan syok termasuk gejala reaksi alergi.
Sebagai catatan, dampak sengatan lebih berbahaya bagi anak-anak daripada orang dewasa.
Pasalnya, racunnya dapat memiliki efek yang lebih kuat pada tubuh anak yang lebih kecil.
Perawatan untuk sengatan kalajengking tergantung pada jenis kalajengking dan jumlah racun yang disuntikkan kalajengking.
Tenaga kesehatan kemungkinan akan mengobati gejala yang lebih serius akibat sengatan kalajengking, dengan obat antibisa. Antivenom atau antibias dapat menetralkan efek racun dari sengatan kalajengking.
Sebab itu, sangat penting untuk menerima antivenom sesegera mungkin setelah gejala serius muncul.
Editor : Mahadi Sitanggang



