spot_img

Lake Toba Traditional Music Festival (LTTMF) 2.0

TOBA – Pendaftaran Lake Toba Traditional Music Festival (LTTMF) 2.0 telah dibuka jauh-jauh hari sejak 8 Juli 2022. LTTMF 2.0 akan dilaksanakan pada 5-7 Agustus 2022 di tiga lokasi yang berbeda. Lokasi-lokasi yang ditetapkan panitia LTTMF 2.0 antara lain Desa Meat, Desa Limbong Nihuta, Desa Tarabunga Kabupaten Toba.

LTTMF 2.0, seperti yang disampaikan Direktur Rumah Karya Indonesia Ojak Manalu, Senin (01/08/2022), akan diisi 30-an pemusik tradisi yang membawakan idiom tradisi, mulai dari musik asli maupun inovasi dan kolaborasi.

Lebih lanjut, Ojak menyebutkan tujuan LTTMF ini adalah ingin mengeksiskan kembali musik tradisi. “Musik tradisi itu harus dikenal oleh semua kalangan,” kata Ojak.

Para pengisi acara pada LTTMF 2.0 dipilih dari pemusik tradisi yang direkrut melalui open call atau dihubungi langsung. Patronnya adalah sanggar yang ada di sekitaran Danau Toba, komunitas, dan kelompok musik secara independen.

Lake Toba Traditional Music Festival yang masih merupakan bagian dari Festival Musik Tradisi Indonesia, mengusung LTTMF 2.0 dengan tema Suara Danau: Memaknai, Merawat dan Menghidupkan Musik Tradisi.

Diharapkan 3 elemen tersebut akan dihadirkan dalam sajian bentuk festival untuk mendorong kita mengetahui proses pengetahuan, proses pembelajaran dan proses perkembangan musik tradisi.

Diharapkan seniman dari 4 puak di Kawasan Danau Toba berkolaborasi menciptakan sebuah karya seni musik tentang wawasan Geopark, yang juga melibatkan masyarakat lokal.

Beberapa pengisi acara:Eta Margondang, Dalloid Etnik, Kalila Project, SMK Maranatha, Sanggar seni Budaya Toba Arts, Sanggar Tarabunga, Gndang kampung, Sorkam, Parimba-rimba, Ethnic Percussion Padang Panjang, Semubakers, Puan Senja, Silver Castle, Si Hutabarat, Sanggar Sundut Meat Nabisuk, Siou Band, Pakpakustik, Sanggar Mata Guru, Sanggar Pearung, AlMusiiqa Jayisa, PSLMN, We Make It dan Tas Ransel Pop Punk.

TERKAIT  Berkunjung ke Bakara, ada Stand Up Paddle Lho

Turut dimeriahkan oleh Marsada Band, Tongan Sirait, Hamitabo, dan De tradisi. Dan juga dihadirkan guest star Ipang Lazuardi yang akan berkolaborasi dengan pemusik tradisi.

Lake Toba Music Traditional Festival 2.0 adalah sebuah gagasan dari Rumah Karya Indonesia bersama Direktorat Perfilman, Musik dan Media juga Pemerintah Kabupaten Toba, BPNB Aceh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Simalungun, Toba UNESSCO Global Gopark, Banper Infras Kemenparekraf.

Ojak berharap LTTMF 2.0 ini mejadi cikal bakal terciptanya ekosistem musik tradisi yang sehat dan tetap eksis di Danau Toba.

“Musik tradisi itu salah satu kekayaan kita yang tidak terukur. Sudah sepatutnya kita jaga dan terus dikembangkan,” tutur Ojak.

 

Penulis   : Radja Sinaga
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU