Kuasa Hukum Kuat Ma’ruf Laporkan Hakim ke KY

BERSPONSOR

NINNA.ID – Kuasa hukum Kuat Ma’ruf melaporkan hakim di sidang perkara pembunuhan Yosua Hutabarat ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA). Hakim dilaporkan karena menduhkan Kuat Ma’ruf “Buta dan Tuli”.

Kuasa hukum Kuat Ma’ruf, Irwan Irawan, menyampaikan adanya laporan itu saat dihubungi, Kamis (8/12/2022). Kalimat tendensius dalam persidangan dari hakim yang ditujukan kepada Kuat Ma’ruf disebut menjadi pangkal pengaduan itu.

“Kaitannya dengan kode etik karena dalam beberapa persidangan pemeriksaan saksi banyak kalimat ketua majelis yang sangat tendensius kami lihat,” ujar Irwan.

Perkataan yang dimaksud Irwan terjadi saat sidang berlangsung pada Senin (5/12) lalu. Perkataan majekis hakim itu diduga melanggar.

BERSPONSOR

“Perilaku hakim yang diduga melanggar etika telah disiarkan secara luas dan dipublikasikan di sejumlah pemberitaan media. Hal ini tidak hanya berdampak negatif terhadap kredibilitas yang bersangkutan, tapi juga berpotensi merusak kredibilitas dan independensi institusi pengadilan,” kata Irawan.

Menurut Irawan, salah satu pernyataan hakim adalah saat menyentil Kuat dan Ricky yang mengaku tidak melihat Sambo menembak Yosua. Termasuk pernyataan terkait pembunuhan sudah direncanakan semenjak di Magelang dan menutupi fakta persidangan.

Ini beberapa pernyataan majelis hakim yang dituangkan dalam pelaporan pihak Kuat Ma’ruf ke KY dan MK:

“Tapi kalian, karena buta dan tuli, maka Saudara tidak melihat dan tidak mendengarkan, itu yang ingin Saudara sampaikan.”

BERSPONSOR

“Saudara ini sudah disuruh membunuh, masih disuruh mencuri pun masih Saudara lakukan… tadi saudara disuruh membunuh, tapi Saudara tidak mau kan? Tapi sekarang disuruh mencuri mau.”

“…atau memang kalian sebenarnya sudah merencanakan ini semenjak di Magelang….”

“Ini kan keanehan-keanehan yang kalian nggak… perencanaan itulah yang saya bilang, sebenarnya gini loh, saya sampaikan sama dengan Saudara Ricky tadi, saya tidak butuh keterangan Saudara… Saudara kalau mengarang, cerita sampai tuntas.”

KY Verifikasi Laporan
KY disebukan bakal menindaklanjuti laporan dari pihak Kuat Ma’ruf. Untuk itu, KY akan melakukan verifikasi terlebih dahulu.

- Advertisement -
TERKAIT  Mengenal Class Meeting, Ini Manfaat & Rekomendasi Kegiatan buat Sekolah

“Benar, yang bersangkutan melalui kuasa hukumnya mengajukan laporan terhadap ketua majelis kepada Komisi Yudisial. Laporannya akan diverifikasi dulu, apakah memenuhi syarat atau tidak untuk ditindaklanjuti,” kata juru bicara Komisi Yudisial Miko Ginting dalam keterangannya, Kamis (8/12).

Secara objektif, KY memastikan akan menangani laporan dari pihak kuasa hukum Kuat Ma’ruf tersebut. Ditekanka, pihak Komisi Yudisial berwenang dalam memeriksa ada atau tidaknya pelanggaran etik dan perilaku hakim.

“Yang pasti, Komisi Yudisial akan memeriksa laporan ini secara objektif,” ujarnya.

Disebutkan, dengan adanya laporang itu tetap tidak akan menggangu persidangan kasus pembunuhan Brigadir J.

“Perlu pemahaman bahwa area Komisi Yudisial adalah memeriksa ada atau tidaknya pelanggaran etik dan perilaku hakim. Penanganan ini tidak akan mengganggu jalannya persidangan,” ujarnya.

Respon PN Jaksel
Adanya laporan kuasa hukum Kuat Ma’ruf itu telah mendapat respon dari PN Jakarta Selatan. Djuyamto, Pejabat Humas PN Jaksel menerangkan pelaporan itu menjadi hak para pihak yang berperkara untuk melaporkan ke KY maupun ke Badan Pengawasan MA.

“Saya kira tidak menjadi hal yang luar biasa, itu menjadi hak para pihak berperkara untuk menyikapi apa yang dilakukan hakim dalam melakukan tupoksinya, termasuk menyampaikan laporan ke KY maupun ke Bawas,” kata Djuyamto kepada wartawan, Kamis (8/12).

Tanggapan MA
Dilaporkan, MA akan mengecek terlebih dulu terkait laporan dari kuasa hukum Kuat Ma’ruf.

“Kami akan cek dulu surat laporan dari penasihat hukum Terdakwa Kuat Ma’ruf itu apakah sudah masuk/diterima MA,” demikian keterangan jubir MA, Andi Samsan Nganro, Kamis (8/12).

Nantinya MA akan mempelajari dan melakukan verifikasi setelah laporan itu mereka terima. Ma mengatakan akan menindaklanjuti laporan jika terindikasi dan memenuhi syarat.

“Sebab, setiap laporan atau pengaduan yang kami terima selalu ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme penanganan laporan/pengaduan. Namun demikian, independensi hakim tetap harus dihormati dan dijaga,” ujarnya.

Editor : Mahadi Sitanggang

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU