Kota Medan Raih Indeks Pembangunan Manusia Tertinggi di Sumatera Utara

BERSPONSOR

NINNA.ID-Pada tahun 2023, Indeks Pembangunan Manusia tertinggi pada level kabupaten/kota di Sumatera Utara dicapai oleh Kota Medan dengan capaian IPM sebesar 82,61 ungkap Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara.

Kota Medan sebagai Ibukota Provinsi Sumatera Utara merupakan pusat dari seluruh kegiatan, baik pendidikan, kesehatan dan perekonomian. Hal ini mendukung Kota Medan dalam pencapaian pembangunan manusia.

Akses untuk mendapatkan pendidikan maupun kesehatan pun sangat mudah, menjadikan Kota Medan sebagai kantung sumber daya manusia dengan pendidikan tinggi, serta rujukan kesehatan.

Kabupaten Nias Barat menempati posisi terakhir dalam pencapaian pembangunan manusia di Sumatera Utara dengan nilai IPM sebesar 64,68.

BERSPONSOR

Walaupun masih di posisi yang sama dengan tahun lalu, namun pertumbuhan IPM Kabupaten Nias Barat cukup tinggi yaitu 1,13 persen.

Berkebalikan dengan Kota Medan, Kabupaten Nias Barat dihadapkan pada beberapa tantangan, seperti kurangnya akses dan ketersediaan sarana/prasana kesehatan dan pendidikan.

Indeks Pembangunan Manusia di Sumatera Utara pada tahun 2023 telah mencapai 75,13 dengan status pembangunan manusianya tetap berstatus “tinggi”.

Pada tingkat kabupaten/kota, capaian pembangunan manusianya cukup bervariasi. Namun dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara, tidak ada lagi daerah yang berkategori “Rendah”.

BERSPONSOR

Hal yang lebih perlu diperhatikan dibandingkan ranking IPM adalah kecepatan pembangunan manusia, yang diukur dengan pertumbuhan IPM. Provinsi Sumatera Utara memiliki 33 kabupaten/kota.

Ekonomi Sumut
Pusat Pasar di Medan MMTC. Medan merupakan kota terpadat di Provinsi Sumut. (Foto: Damayanti)

Periode tahun 2022-2023, Kabupaten Nias Selatan menempati posisi pertama dengan pertumbuhan IPM sebesar 1,45 persen, disusul oleh Kabupaten Nias Utara dan Nias.

Kemajuan pembangunan manusia di ketiga kabupaten tersebut terutama didorong oleh perbaikan dimensi pendidikan.

Disisi lain, terdapat beberapa kabupaten/kota dengan pertumbuhan IPM yang lebih lambat dibandingkan Kabupaten/Kota lain di Sumatera Utara.

- Advertisement -

Selama periode 2022-2023, pertumbuhan IPM paling rendah di Kabupaten Toba yaitu 0,32 persen, diikuti Kabupaten Deli Serdang dan Kota Binjai dengan pertumbuhan masing-masing 0,39 persen dan 0,41 persen.

Kabupaten/Kota dengan pertumbuhan IPM yang lambat dapat juga dikarenakan IPM tahun sebelumnya sudah tinggi, maka kecepatan pembangunan manusianya cenderung melambat.

Sebaliknya jika capaian pembangunan manusia suatu wilayah masih rendah, pertumbuhan pembangunan manusianya cenderung lebih cepat dibandingkan wilayah lainnya.

Kondisi dimensi kesehatan pada level kabupaten/Kota di Sumatera Utara dapat dilihat dari Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir. Sejak tahun 2023, untuk pengukuran dimensi kesehatan digunakan hasil SP2020LF.

Umur Harapan Hidup (UHH SP2020LF)

UHH SP2020LF tertinggi dicapai Kota Medan dengan capaian sebesar 74,76 tahun disusul Kota Pematangsiantar dengan capaian sebesar 74,75 tahun.

TERKAIT  Airlangga Hartarto Tanggapi Santai NasDem Deklarasikan Anies

Di sisi lain, Kabupaten Padang Lawas berada di posisi terendah dengan umur harapan hidup saat lahir sebesar 71,52 tahun dengan pertumbuhan di tahun 2023 sebesar 0,35 persen.

Terdapat kecenderungan bahwa relatif lebih mudah meningkatkan capaian pada daerah yang masih rendah melalui beberapa program pembangunan, dibandingkan daerah dengan capaian yang sudah tinggi.

Pendidikan menjadi penting sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas manusia agar dapat memperluas peluang mereka.

Kondisi pendidikan pada level kabupaten/kota tidak jauh berbeda dengan kondisi pendidikan Provinsi Sumatera Utara.

Seluruh kabupaten/kota mengalami kenaikan capaian baik angka harapan lama sekolah maupun rata-rata lama sekolah.

Pertumbuhan di level kabupaten/kota untuk angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah pun tidak jauh berbeda kondisinya dengan level provinsi.

Angka harapan lama sekolah tertinggi dicapai Kota Medan dengan capaian sebesar 14,78 tahun, diikuti Kota Pematangsiantar dengan harapan lama sekolah 14,60 tahun.

Kabupaten Asahan dan Kabupaten Serdang Bedagai memiliki angka harapan lama sekolah terendah sebesar 12,64 tahun dengan tingkat pertumbuhan sebesar 0,08 persen.

Hal ini menunjukkan anak yang berusia 7 tahun pada tahun 2023 diharapkan bisa menyelesaikan sekolah sampai dengan tamat SMA sederajat.

Indikator kedua dari dimensi pengetahuan yaitu rata-rata lama sekolah. Rata- rata lama sekolah tertinggi ditempati Kota Medan dengan capaian sebesar 11,62 tahun.

Rata-rata lama sekolah merupakan indikator output pendidikan. Kota Medan merupakan pusat pemerintahan, sentra perekonomian, dan pusat kegiatan lainnya di Sumatera Utara sehingga menjadi kantung penduduk dengan pendidikan tinggi.

Inilah yang menyebabkan rata-rata lama sekolah di Kota Medan menjadi yang tertinggi.

Sementara itu, kabupaten/kota dengan capaian rata-rata lama sekolah terendah adalah Kabupaten Nias yaitu hanya 6,14 tahun atau sekitar kelas 6 SD.

Meskipun demikian pertumbuhan rata-rata lama sekolah tahun 2023 di Nias merupakan yang paling besar yaitu sebesar 4,42 persen atau naik sebesar 0,26 poin.

Dimensi standar hidup layak diukur dengan pengeluaran per kapita.

Di Sumatera Utara yang mencapai pengeluaran per kapita tertinggi adalah Kota Medan sebesar 15,67 juta rupiah per tahun.

Kota Medan merupakan kota yang menjadi sentra perekonomian di Sumatera Utara, bahkan di Pulau Sumatera. Kabupaten Nias Barat menempati posisi terendah dengan pengeluaran per kapita sebesar 5,38 juta rupiah per tahun.

Secara umum pengeluaran per kapita per tahun kabupaten/kota yang berada di Kepulauan Nias masih tergolong rendah.

Penulis: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU