Korban Berjatuhan, Keluarkan Moratorium Stop Eksploitasi Hutan di Danau Toba!

BERSPONSOR

NINNA.ID-Saya Mangaliat Simarmata dari Jendela Toba sebagai pegiat lingkungan hidup dan pariwisata Kawasan Danau Toba berharap agar Pemerintah segera menetapkan kebijakan Moratorium Eksploitasi Hutan di Kawasan Danau Toba dengan beberapa alasan, antara lain:

1. Beberapa tahun terakhir publik sudah tahu telah berulang-ulang kali terjadi banjir dan longsor di Kawasan Danau Toba yaitu di Kabupaten Samosir, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Toba, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Karo yang menimbulkan banyak korban jiwa.

Selain itu, ada begitu banyak lahan pertanian hancur dan bahkan tidak bisa lagi digunakan sebagai area pertanian. Padahal mayoritas penduduk di Kawasan Danau Toba adalah petani.

Betapa banyak rumah penduduk hancur. Begitu banyak bangunan fasilitas publik seperti sekolah-sekolah hancur.

BERSPONSOR

Malapetaka ini jelas kita tahu disebabkan kerusakan hutan penyangga Kawasan Danau Toba.

Saya kira hutan-hutan di Kawasan Danau Toba paling ada tinggal sekitar 20 persen.

Dengan demikian dapat diperkirakan banjir dan longsor akan terus berlanjut. Ini hanya masalah waktu saja.

Sejak dulu, Kawasan Danau Toba dikenal memiliki hutan yang sangat luas. Kayu-kayunya sangat baik dan mahal karena tanah di Kawasan Danau Toba subur.

BERSPONSOR

Akan tetapi, sulit ditemukan pepohonan dengan diameter luas. Kerusakan hutan telah menimbulkan korban dimana-mana.

Peristiwa banjir bandang sudah banyak diberitakan oleh media. Apakah keadaan ini akan dibiarkan terus terjadi dan masyarakat tinggal di Kawasan Danau Toba terus dibayangi rasa takut?

 

2. Peristiwa banjir dan longsor berulang kali terjadi dihadapi masyarakat dan diketahui publik secara meluas, itu akan berimbas terhadap rasa aman para wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan Geopark Internasional.

- Advertisement -

3. Presiden RI Jokowi dengan para menteri sudah beberapa kali dalam kunjungan kerjanya ke Kawasan Danau Toba. Mereka sudah tahu Kawasan Danau Toba sudah gersang dan kondisi kerusakan hutannya sudah sangat parah sehingga Presiden menyatakan akan meninjau ulang izin-izin perusahan-perusahan perusak hutan di KDT termasuk izin Toba Pulp Lestari (TPL) karena erat kaitannya dengan Danau Toba sebagai KSPN.

TERKAIT  Urgensi Kolaborasi Ideal Multisektor Mengelola Danau Toba

Namun, hingga saat ini, belum jelas kebijakan Pemerintah untuk itu. Padahal sudah banyak media memberitakannya.

4. Begitu parahnya kerusakan hutan di Kawasan Danau Toba dan Presiden menyatakan akan menghijaukan dan mengkonservasi Kawasan Danau Toba. Beberapa tahun lalu Presiden didampingi beberapa menteri, pejabat Pemprovsu dan Kabupaten sudah dua kali secara seremonial melalukan penghijauan untuk Kawasan Danau Toba yaitu di Kabupaten Toba dan Kabupaten Humbahas.

Akan tetapi hingga saat ini belum ada tindaklanjut secara nyata untuk aksi penghijauan secara masif. Apakah ini hanya sekadar ucapan manis di bibir dan enak didengar telinga?

SIMANGULAMPE
Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian untuk 10 korban yang belum ditemukan. (foto: istimewa)

5. Pemerintah dan publik sangat tahu Inalum merupakan proyek strategis nasional di KDT beberapa tahun terakhir ini sudah terkendala beroperasi karena debit air Danau Toba tidak cukup lagi menggerakkan turbin Inalumnya.

Oleh karena itu sudah berkali-kali Inalum membuat hujan buatan dengan anggaran besar agar Inalum bisa beroperasi dengan baik. Media juga terus memberitakan itu.

Desa Siparmahan
SMP Negeri 2 Harian yang hancur diterjang banjir Sekolah ini diterpa banjir pada Senin 13 November 2023. (foto: Damayanti)

Berdasarkan alasan-alasan yang saya uraikan di atas, saya dari Jendela Toba sekaligus pemerhati lingkungan hidup dan pariwisata Kawasan Danau Toba sangat berharap kiranya Pemerintah segera menetapkan satu kebijakan Moratorium Stop Eksploitasi Hutan di Kawasan Danau Toba guna mencegah banjir dan longsor di Kawasan Danau Toba yang sangat menggelisahkan, menakutkan terutama bagi masyarakat yang tinggal di Kawasan Danau Toba.

Ini sangat penting guna memberikan rasa aman bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Danau Toba. Juga guna merespon Kartu Kuning dari UNESCO akan upaya pelestarian alam Geopark Kaldera Toba.

Saya menantikan janji-janji pemerintah agar meninjau ulang izin perusahaan-perusahaan perusak hutan di KDT.

Menantikan pemerintah menepati kata-kata akan segera menghijaukan dan mengkonservasi Kawasan Danau Toba.

Salam lestari hutan Kawasan Danau Toba. Mari bersahabat dengan alam!

Penulis: Mangaliat Simarmata
Editor: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU