Kisah Inspiratif Nuria dan Salfius, Jejak Pendidikan dan Perubahan di Tengah Keterbatasan

BERSPONSOR

Jakarta, NINNA.ID-Dalam perayaan 25 tahun Wahana Visi Indonesia (WVI), kisah inspiratif dua sosok, Nuria dari Sambas, Kalimantan Barat, dan Salfius dari Sanggau, Kalimantan Barat, menjadi penanda perjalanan pendidikan dan kontribusi yang menginspirasi.

Kisah mereka memperlihatkan bagaimana akses pendidikan dan pelatihan WVI membuka pintu impian kuliah di tengah keterbatasan, serta bagaimana Salfius mengukir perjalanan pribadi yang memberikan kontribusi nyata pada pembentukan Peraturan Desa Perlindungan Anak berbasis hukum adat.

Angelina Theodora, National Director WVI, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan ini.”Setiap anak adalah cerita yang berharga.

WVI bukan hanya tentang statistik, tetapi tentang mengubah kehidupan satu per satu.” ujarnya di Jakarta, Sabtu (18/11/2023).

BERSPONSOR

Nuria, mantan anak sponsor WVI, menceritakan bagaimana bantuan akses pendidikan dan pelatihan dari WVI .

TERKAIT  Korban Gempa Taput 24 orang Bangunan 1146 Unit

Itu memberinya harapan untuk mengejar impian kuliah, meskipun di lingkungan keluarganya mayoritas hanya lulusan SD karena keterbatasan ekonomi.

Kini, ia berkuliah di jurusan agro industri pangan di sebuah Politeknik di Sambas.

Sementara itu, Salfius, juga mantan anak sponsor WVI, mengisahkan bahwa apa yang didapatkannya dari WVI berdampak secara personal dan mendorongnya berperan aktif dalam menyusun Peraturan Desa Perlindungan Anak berbasis hukum adat.

Saat ini, ia berprofesi sebagai dosen hukum di sebuah universitas di Pontianak.

Kedua kisah ini memperkuat komitmen WVI dalam memberdayakan anak-anak yang paling rentan di Indonesia, menciptakan perubahan nyata melalui pendidikan dan pembentukan kepribadian yang berkontribusi pada perubahan positif dalam masyarakat.

Penulis: Dedy Hutajulu
Editor: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU