spot_img

Kisah Ditemukannya Alat Musik Taganing (2)

NINNA.ID – Seiring berjalannya waktu, Taganing tersebut dikembangkan agar bisa memiliki tangga nada. Namun nadanya berbeda dengan tangga nada secara universal. Tangga nada Taganing hanya ada 5 yang dikenal dengan Nang, Ning, Nung, Neng, Nong.

Untuk menyempurnakan irama tersebut, dibentuk Taganing ukuran besar yang disebut Gordang yang fungsinya sebagai bass sehingga dentuman irama Gondang tersebut dapat memengaruhi jiwa yang mendengarnya bahkan para penari tortor saat gordang dimainkant.

Tak banyak yang tahu, Taganing sebenarnya akronim dari Tantan Gantung Ningning.

Tantan maksudnya suatu pilihan, Gantung harus digantung sehingga suaranya menggelegar. Sedangkan Ningning maksudnya memukul komponen Taganing secara keseluruhan sehingga para pelaku mendengar suaranya lebih sempurna.

Dari sinilah disimpulkan, nada Taganing tersebut bukan Solmisasi melainkan nada Ningning. Setiap penabung Taganing pada umumnya harus memiliki rasa yang tinggi serta mampu  membaca suasana. Dengan demikian ada istilah di antara seniman Batak yang menyebutkan Nangsohudok nungnga dibotoho ( Belum disampaikan tujuan yang menerima Gondang Partaganing mampu membacanya).

Secara lengkap, Taganing ada 7 buah terdiri dari Gordang, Odap ukuran kecil dan pendek. Odap jarang dimainkan sebab Odap harus berkaitan Langsung kepada Raja yang Sakti yaitu Raja Uti. Odap dipajang di atas Taganing dan tempatnya harus tersendiri. Bagian pertama dari Taganing tersebut disebut Odapodap.

TERKAIT  Situs Hopong Jejak Peradaban Hindu di Tanah Batak?

Odapodap memiliki arti yang tinggi yakni Putera Batara Guru yang bernama Raja Odao odap, terkenal sangat pintar bernyani. Ketika dia bernyanyi, banyak yang tertarik kepadanya, padahal tubuhnya pendek dan matanya besar seperti mata cecak.

Taganing momor 2 disebut Paidua ni Odapodap yang bermakna penyemangat dalam garis keturunan. Dalam tatanan budaya Batak disimbolkan sebagai Suhut Paidua.Taganing nomor 3 adalah Sipukka Barita sama dengan parsinabul (Protokol) membuat suasana meriah.

Taganing no 4 adalah Paidua ni Ting ting , yang bermakna menggambarkan Suhut namartinodohon ipar ipar ni partubu.Taganing no 5 adalah Ting ting yang bermakna Anak mata, tidak harus kaya akan tetapi diperhitungkan orang. Taganing ini juga menggambarkan Mamis Na Lima yakni takdir dan Nasib.

 

Penulis        : Aliman Tua Limbong
Editor           : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU